Materi
Pasukan Sekutu (AFNEI) dipimpin Letnan Jenderal Sir Philip Christison. Di Surabaya, Brigadir Jenderal Mallaby tewas pada 30 Oktober 1945, dan pertempuran besar pecah pada 10 November 1945. Pertempuran Ambarawa berakhir pada 15 Desember 1945. Pada Maret 1946, Bandung bagian selatan dibakar dalam peristiwa Bandung Lautan Api, dan pada 20 November 1946 pasukan I Gusti Ngurah Rai bertempur habis-habisan di Desa Marga, Bali (Puputan Margarana).
Perjanjian Linggarjati ditandatangani pada 25 Maret 1947. Belanda melancarkan Agresi Militer I pada 21 Juli 1947, lalu Dewan Keamanan PBB membentuk Komisi Tiga Negara: Australia, Belgia, dan Amerika Serikat. Perundingan Renville dimulai 8 Desember 1947 di kapal USS Renville, dengan delegasi Indonesia dipimpin Amir Syarifuddin. Agresi Militer II pada 19 Desember 1948 menduduki Yogyakarta dan menangkap para pemimpin; Syafruddin Prawiranegara, yang berada di Bukittinggi, membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia. Serangan Umum 1 Maret 1949 menduduki Yogyakarta selama enam jam. Persetujuan Roem-Royen tercapai 7 Mei 1949, Konferensi Meja Bundar berlangsung di Den Haag pada 23 Agustus–2 November 1949, kedaulatan diakui pada 27 Desember 1949, dan pada 17 Agustus 1950 Indonesia kembali menjadi negara kesatuan.
| Perundingan | Tanggal | Tempat | Hasil yang ditulis sumber |
|---|---|---|---|
| Linggarjati | Ditandatangani 25 Maret 1947 | Linggarjati, Kuningan | Belanda mengakui de facto kekuasaan RI atas Jawa, Madura, dan Sumatra |
| Renville | Dimulai 8 Desember 1947 | Kapal USS Renville | Garis demarkasi Van Mook; wilayah RI menyempit |
| Roem-Royen | 7 Mei 1949 | Jakarta | Pemimpin RI kembali ke Yogyakarta; RI ikut KMB |
| Konferensi Meja Bundar | 23 Agustus – 2 November 1949 | Den Haag | Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dalam bentuk RIS |