Materi
Pada malam 15 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, golongan muda seperti Wikana dan Chaerul Saleh mendesak Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu PPKI; keduanya menolak. Pada 16 Agustus, para pemuda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, Karawang, lalu Ahmad Soebardjo yang diantar Yusuf Kunto menjemput keduanya kembali ke Jakarta.
Malam itu teks proklamasi dirumuskan di rumah Laksamana Maeda, Jalan Imam Bonjol No. 1. Konsep yang disepakati diketik Sayuti Melik, dan atas usul Sukarni teks itu ditandatangani Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Proklamasi dibacakan pukul 10.00 pada 17 Agustus; bendera yang dijahit Fatmawati dikibarkan Latief Hendraningrat dan S. Suhud. Pada 18 Agustus PPKI memilih Soekarno dan Hatta sebagai presiden dan wakil presiden, pada 19 Agustus membagi wilayah menjadi 8 provinsi dan membentuk 12 departemen, dan pada 22 Agustus memutuskan pembentukan Komite Nasional Indonesia, Partai Nasional Indonesia, dan Badan Keamanan Rakyat. Tentara Keamanan Rakyat dibentuk lewat maklumat pemerintah pada 5 Oktober 1945.
| Tanggal | Tempat | Peristiwa | Tokoh |
|---|---|---|---|
| 15 Agustus 1945 malam | Jalan Pegangsaan Timur No. 56 | Golongan muda mendesak proklamasi segera | Wikana, Chaerul Saleh |
| 16 Agustus 1945 | Rengasdengklok, Karawang | Soekarno dan Hatta dibawa keluar kota | Sukarni, Shodanco Singgih; dijemput Ahmad Soebardjo |
| 16–17 Agustus 1945 malam | Rumah Laksamana Maeda, Jalan Imam Bonjol No. 1 | Perumusan teks proklamasi | Sayuti Melik mengetik; usul Sukarni |
| 17 Agustus 1945 pukul 10.00 | Jalan Pegangsaan Timur No. 56 | Pembacaan proklamasi dan pengibaran bendera | Latief Hendraningrat, S. Suhud; bendera dijahit Fatmawati |
| 18 Agustus 1945 | Sidang PPKI | Presiden dan wakil presiden dipilih | Soekarno, Hatta |
| 19 Agustus 1945 | Sidang PPKI | 8 provinsi dan 12 departemen | — |
| 22 Agustus 1945 | Sidang PPKI | Komite Nasional Indonesia, PNI, BKR | — |
| 5 Oktober 1945 | — | Tentara Keamanan Rakyat dibentuk | — |