Materi
Pada dini hari 1 Oktober 1965, sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat diculik dan dibunuh, dan jenazahnya dimasukkan ke sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta. Sejarah untuk SMA/MA Kelas XII (2022) mencatat bahwa dalang peristiwa ini masih diperdebatkan, sehingga kelas ini hanya memakai tanggal dan tempatnya. Pada 10 Januari 1966 dicetuskan Tritura: bubarkan PKI, bersihkan kabinet, dan turunkan harga. Pada 11 Maret 1966, Presiden Soekarno mengeluarkan surat perintah kepada Letjen Soeharto (Supersemar), setelah ditemui tiga perwira tinggi: Mayjen Basuki Rachmat, Brigjen M. Jusuf, dan Brigjen Amir Machmud.
Indonesia kembali menjadi anggota PBB pada 28 September 1966. Sidang Istimewa MPRS menetapkan Soeharto sebagai pejabat presiden pada 12 Maret 1967, dan ia dilantik sebagai presiden pada 27 Maret 1968. Pada 8 Agustus 1967, Menteri Luar Negeri Adam Malik dan menteri luar negeri empat negara lain menandatangani Deklarasi Bangkok yang mendirikan ASEAN. Repelita I dimulai pada 1 April 1969, pemilu pertama Orde Baru berlangsung pada 1971, dan pada 1973 sembilan partai berfusi menjadi dua partai baru: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 1 Oktober 1965 | Perwira tinggi TNI AD diculik dan dibunuh; jenazah di Lubang Buaya |
| 10 Januari 1966 | Tritura dicetuskan |
| 11 Maret 1966 | Supersemar |
| 28 September 1966 | Indonesia kembali menjadi anggota PBB |
| 12 Maret 1967 | Soeharto ditetapkan sebagai pejabat presiden |
| 8 Agustus 1967 | Deklarasi Bangkok, ASEAN berdiri |
| 27 Maret 1968 | Soeharto dilantik sebagai presiden |
| 1 April 1969 | Repelita I dimulai |
| 1973 | Fusi partai menjadi PPP dan PDI |