Materi
Yusuf, guru matematika di Makassar, merencanakan les privat daring untuk siswa SMP. Yang memakai layanannya anak, tetapi yang membayar orang tua. Ia belum membuat apa pun dan ingin tahu apakah orang tua di kompleks perumahannya sungguh punya masalah yang perlu dipecahkan, dan apa yang sudah mereka lakukan selama ini, misalnya guru les tatap muka atau buku latihan.
Kesempatannya datang dari kegiatan yang sudah ada: arisan bulanan dan antar-jemput sekolah. Yusuf ingin obrolan itu tetap terasa obrolan tetangga, bukan survei, dan ia sadar mudah tergoda menceritakan rencananya karena sedang bersemangat. Ia juga takut menanyakan uang, padahal tanpa jawaban soal siapa yang membayar, rencananya hanya tebakan.
Misi ini memakai alat modul kedua: percakapan santai tanpa menyebut ide terlalu dini, berhenti bila terlanjur berpromosi, tiga pertanyaan terpenting dengan setidaknya satu yang menakutkan, dan membaca tanggapan hambar sebagai data.