Materi
Kertas kerja adalah catatan utama pekerjaan auditor. Yellow Book (8.132) meminta dokumentasi yang cukup rinci sehingga auditor berpengalaman yang tidak terlibat dalam audit itu bisa memahami sifat, waktu, luas, dan hasil prosedur, bukti yang diperoleh beserta sumbernya, serta simpulan yang ditarik. Dokumen yang diperiksa cukup diidentifikasi, misalnya dengan nomornya, tanpa harus disalin (8.135). SKKNI unit P.84GIA00.031.1 menambahkan indeks kertas kerja yang menghubungkan tujuan, prosedur, bukti, dan simpulan; reviu berjenjang; dan akses yang dibatasi pada tim pengawasan.
Kertas kerja uji pengendalian memuat tujuan uji dan definisi deviasi, populasi dan cara memilih sampel, daftar butir beserta hasil per butir, jumlah dan tingkat deviasi, simpulan, serta nama penyusun dan pereviu. Bila definisi deviasi memuat dua syarat, butir yang gagal di keduanya tetap dihitung satu deviasi, karena yang dihitung adalah butir sampel. Simpulannya dua: efektif bila jumlah deviasi tidak melebihi angka yang dapat diterima di tabel, tidak efektif bila melebihi. Setelah deviasi ditemukan, FAM (450.13–450.14) meminta auditor menyelidiki sifat dan sebabnya, misalnya pergantian pejabat atau lonjakan transaksi musiman.