Lompat ke konten utama
←

Bahasa Indonesia Baku untuk Kerja

Pelajaran 3 dari 16

Huruf dan penulisan kata

Huruf miring dan huruf tebal

Setelah pelajaran ini kamu bisa memiringkan judul terbitan dan istilah asing, menebalkan judul bab dan subbab, serta membedakannya dari pemakaian tanda petik.

±17 menitDiperiksa 27 Sep 2026

Materi

Huruf miring dipakai untuk tiga keperluan. Yang pertama adalah judul buku, film, album lagu, acara televisi, siniar, lakon, dan nama media massa yang dikutip dalam tulisan, termasuk di daftar pustaka. Yang kedua adalah menegaskan huruf, bagian kata, atau kata tertentu dalam kalimat. Yang ketiga adalah kata atau ungkapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Nama diri dari bahasa asing, seperti nama orang, lembaga, dan merek dagang, tidak dimiringkan.

Judul yang lebih kecil dari sebuah terbitan tidak dimiringkan, melainkan diapit tanda petik: judul artikel, judul lagu, judul puisi, dan judul bab buku. Jadi satu kalimat bisa memuat keduanya, misalnya artikel bertanda petik yang dimuat di majalah bercetak miring. Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian karangan seperti judul bab dan subbab, serta untuk menegaskan bagian yang sudah ditulis miring. Isi paragraf di bawah judul bab tetap huruf biasa.

TulisanPerlakuan
majalah Warta Koperasinama media massa: miring
istilah deadlinekata asing: miring
aplikasi Microsoft Excelmerek dagang: tidak miring
bab "Arsip Aktif" dalam buku Tata Kelola Arsipjudul bab: petik; judul buku: miring
3.2 Pengadaan Barangsubbab: tebal

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 3 dari 3

Di laporan humas akan ditulis: artikel berjudul Hemat Kertas di Kantor dimuat di majalah Warta Pegawai. Bagaimana kedua judul itu ditulis?

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke