Materi
Huruf miring dipakai untuk tiga keperluan. Yang pertama adalah judul buku, film, album lagu, acara televisi, siniar, lakon, dan nama media massa yang dikutip dalam tulisan, termasuk di daftar pustaka. Yang kedua adalah menegaskan huruf, bagian kata, atau kata tertentu dalam kalimat. Yang ketiga adalah kata atau ungkapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Nama diri dari bahasa asing, seperti nama orang, lembaga, dan merek dagang, tidak dimiringkan.
Judul yang lebih kecil dari sebuah terbitan tidak dimiringkan, melainkan diapit tanda petik: judul artikel, judul lagu, judul puisi, dan judul bab buku. Jadi satu kalimat bisa memuat keduanya, misalnya artikel bertanda petik yang dimuat di majalah bercetak miring. Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian karangan seperti judul bab dan subbab, serta untuk menegaskan bagian yang sudah ditulis miring. Isi paragraf di bawah judul bab tetap huruf biasa.
| Tulisan | Perlakuan |
|---|---|
| majalah Warta Koperasi | nama media massa: miring |
| istilah deadline | kata asing: miring |
| aplikasi Microsoft Excel | merek dagang: tidak miring |
| bab "Arsip Aktif" dalam buku Tata Kelola Arsip | judul bab: petik; judul buku: miring |
| 3.2 Pengadaan Barang | subbab: tebal |