Materi
Bab 12 Stand up, Speak out membedakan tiga kerangka yang berkembang selama persiapan. Kerangka kerja memuat struktur dasar: tujuan umum dan khusus, pembuka dengan penarik perhatian, tesis dan pratinjau, tiga gagasan utama, penutup, dan daftar rujukan. Kerangka kalimat lengkap menuliskan semua yang akan dikatakan dalam kalimat utuh, sehingga isi dan durasinya bisa diperiksa. Kerangka bicara jauh lebih ringkas: kata dan frasa kunci yang dibawa ke depan audiens.
Untuk kerangka bicara, buku itu memakai lima kartu catatan berukuran 4 × 6 inci: satu untuk pembuka, satu untuk tiap gagasan utama, dan satu untuk penutup. Kartu diberi nomor, ditulis satu sisi, dan berisi kata kunci. Satu kartu tambahan boleh dipakai untuk kutipan panjang atau teknis yang harus dibacakan persis. Bagian 12.3 menyebut lima prinsip kerangka: singularitas, yaitu satu gagasan per tesis dan per gagasan utama; konsistensi; kecukupan; keseragaman; dan paralelisme.
Di antara gagasan, Bagian 10.3 memakai empat penanda. Transisi merangkum gagasan sebelumnya sekaligus mengantar gagasan berikutnya. Pratinjau internal memberi tahu isi satu bagian sebelum dibahas. Ringkasan internal mengulang isi bagian yang baru selesai. Penunjuk arah (signpost) berupa penanda sederhana seperti "pertama", "kedua", dan "terakhir".
Contoh transisi dalam pidato tentang posyandu: "Setelah melihat mengapa balita perlu ditimbang tiap bulan, sekarang kita bahas cara membaca grafik di Kartu Menuju Sehat." Paruh pertama merangkum, paruh kedua mengantar.