Materi
Bab 5 Stand up, Speak out membagi analisis audiens menjadi tiga. Analisis demografis melihat keanggotaan kelompok pendengar: usia, gender, budaya, agama, keanggotaan organisasi, pendidikan, dan pekerjaan. Analisis psikografis melihat nilai, sikap, dan keyakinan pendengar, baik tentang topik maupun tentang pembicaranya. Buku itu mencatat bahwa data demografis relatif lugas dan bisa diperiksa, sedangkan data psikografis jauh lebih kabur.
Analisis situasional melihat keadaan acaranya: besar kecilnya audiens, jenis acara, sukarela atau tidaknya kehadiran, dan tempat fisiknya. Audiens sukarela datang karena ingin mendengar. Audiens tawanan (captive audience) hadir karena diwajibkan atau merasa wajib, sehingga perhatiannya perlu direbut dengan menunjukkan kaitan topik dengan hidup mereka.
Bagian 5.4 menyebut empat cara mengumpulkan data: pengamatan langsung, wawancara dan survei, kelompok terfokus berisi tiga sampai delapan orang, dan data yang sudah ada. Pertanyaan wawancara dan survei harus berkaitan langsung dengan topik, baku untuk semua responden, singkat, disertai penjelasan tujuan, dan bersifat sukarela. Untuk melihat tren, buku itu menyebut sepuluh sampai dua puluh responden, bukan segelintir orang.
| Temuan tentang peserta arisan RW 7 | Jenis analisis |
|---|---|
| Sebagian besar anggota berusia 50 sampai 60 tahun | Demografis |
| Banyak anggota menganggap bunga pinjaman koperasi terlalu tinggi | Psikografis |
| Pertemuan digelar di teras rumah tanpa pengeras suara | Situasional |