Materi
Tidak semua mutu bisa diukur dengan angka seperti berat. Banyak barang hanya dinilai lolos atau cacat: jahitan lepas, label miring, kemasan bocor. Untuk data atribut semacam ini dipakai peta p, yang memantau proporsi unit cacat dalam sampel.
Proporsi cacat sebuah sampel adalah banyaknya unit cacat D dibagi ukuran sampel n. Dari m sampel berukuran sama, garis tengahnya p̄ = jumlah seluruh unit cacat ÷ (m × n), yang sama dengan rata-rata proporsi tiap sampel. NIST e-Handbook menurunkan simpangan bakunya dari distribusi binomial: √(p̄(1 − p̄) ÷ n). Batasnya UCL = p̄ + 3 × simpangan baku dan LCL = p̄ − 3 × simpangan baku. Proporsi tidak bisa negatif, jadi LCL yang hasil hitungnya di bawah nol ditetapkan 0.
Contoh: p̄ = 0,04 dan n = 150. Simpangan bakunya √(0,04 × 0,96 ÷ 150) = 0,016. UCL = 0,04 + 0,048 = 0,088, sedangkan LCL = 0,04 − 0,048 = −0,008, yang ditetapkan 0. Sampel dengan 14 unit cacat dari 150 (p = 0,093) berada di atas UCL.
p sampel = D ÷ n
p̄ = total cacat ÷ (m × n)
σp = √(p̄ × (1 − p̄) ÷ n)
UCL = p̄ + 3σp LCL = p̄ − 3σp, dan 0 bila negatif