Implikasi adalah pernyataan berbentuk 'jika p maka q'. Bagian p disebut sebab, bagian q disebut akibat. Implikasi bernilai salah hanya pada satu keadaan, yaitu ketika sebabnya benar tetapi akibatnya salah. Tiga keadaan lainnya membuat implikasi bernilai benar, termasuk dua keadaan ketika sebabnya salah.
Aturan itu terasa aneh sampai implikasi dibaca sebagai janji. Janji 'jika pesanan masuk sebelum pukul sepuluh, paket dikirim hari itu juga' hanya dilanggar oleh satu kejadian: ada pesanan sebelum pukul sepuluh yang paketnya tidak dikirim hari itu. Pesanan yang masuk pukul dua siang tidak dapat dipakai untuk menuduh janji itu dilanggar, karena janjinya memang tidak mengatur keadaan tersebut.
Bentuk jika-maka muncul di perjanjian tingkat layanan, syarat garansi, dan aturan persetujuan anggaran. Membacanya dengan tepat menghindarkan dua kesalahan yang mahal: mengira sebuah janji dilanggar padahal sebabnya tidak pernah terjadi, dan mengira janji itu menjamin sesuatu pada keadaan yang tidak diaturnya.
Janji: 'Jika suhu gudang di atas 30 derajat, kipas dinyalakan.'
suhu 33, kipas menyala -> sebab benar, akibat benar -> janji ditepati
suhu 33, kipas mati -> sebab benar, akibat salah -> janji dilanggar
suhu 27, kipas menyala -> sebab salah -> janji tidak dilanggar
suhu 27, kipas mati -> sebab salah -> janji tidak dilanggar