Dari satu implikasi 'jika p maka q' dapat dibentuk tiga kalimat turunan. Konvers menukar sebab dengan akibat menjadi 'jika q maka p'. Invers mengingkari kedua bagian tanpa menukarnya menjadi 'jika bukan p maka bukan q'. Kontraposisi melakukan keduanya sekaligus menjadi 'jika bukan q maka bukan p'.
Hanya kontraposisi yang setara dengan implikasi asalnya: kolom tabel kebenarannya sama persis pada keempat baris. Konvers dan invers tidak setara dengan asalnya, meskipun keduanya setara satu sama lain. Kesetaraan ini berguna karena kontraposisi sering lebih mudah diperiksa di lapangan: membuktikan 'jika nomor seri tidak terdaftar maka barang itu bukan milik kantor' kadang lebih cepat daripada membuktikan bentuk asalnya.
Di pekerjaan sehari-hari, kekeliruan menukar implikasi dengan konversnya muncul saat membaca syarat. Kalimat 'semua peserta pelatihan menerima sertifikat' tidak berarti 'semua penerima sertifikat adalah peserta pelatihan'. Kalimat kedua adalah konversnya, dan kebenarannya harus dibuktikan terpisah dengan data sendiri.
Asal : jika berkas ditolak, pemohon menerima surat alasan.
Konvers : jika pemohon menerima surat alasan, berkas ditolak.
Invers : jika berkas tidak ditolak, pemohon tidak menerima surat alasan.
Kontraposisi: jika pemohon tidak menerima surat alasan, berkas tidak ditolak.
Yang setara dengan kalimat asal hanya baris terakhir.