Soal urutan memberi sejumlah benda atau orang beserta beberapa syarat tentang posisi relatif mereka, lalu meminta satu susunan yang memenuhi semuanya. Langkah pertama adalah mengubah setiap kalimat syarat menjadi lambang: 'A diperiksa sebelum B' menjadi A kurang dari B, 'C tepat sesudah D' menjadi C sama dengan D ditambah satu, dan 'E terakhir' menjadi E sama dengan lima pada lima posisi.
Langkah kedua adalah memulai dari syarat yang paling mengikat. Syarat yang menyebut posisi pasti, misalnya terakhir atau pertama, langsung mengunci satu kotak. Syarat berbentuk pasangan berdampingan hanya menyisakan sedikit kemungkinan letak, sehingga dikerjakan berikutnya. Syarat berbentuk sebelum paling longgar dan dipakai terakhir untuk menyaring sisa.
Bentuk soal ini muncul di luar ruang ujian sebagai penjadwalan: urutan pemeriksaan dokumen, urutan pemasangan komponen, dan urutan pemanggilan peserta rapat. Di komputer, seluruh kemungkinan urutan dapat dibangkitkan dengan itertools.permutations lalu disaring dengan syaratnya, dan hasilnya dipakai memeriksa jawaban yang sudah dikerjakan dengan tangan.
Empat dokumen F, G, H, K menempati posisi 1 sampai 4.
Syarat 1: K di posisi 4 -> kunci K = 4
Syarat 2: H tepat sesudah G -> pasangan (G, H) menempati 1-2 atau 2-3
Syarat 3: F sebelum G -> F harus berada di kiri G
Coba (G, H) di 2-3: sisa posisi 1 untuk F, dan syarat 3 terpenuhi.
Coba (G, H) di 1-2: tidak ada posisi di kiri G untuk F.
Susunan: F, G, H, K.