Ingkaran sebuah pernyataan adalah pernyataan yang nilai kebenarannya selalu berlawanan. Kalau 'mesin absensi menyala' bernilai benar, ingkarannya 'mesin absensi tidak menyala' bernilai salah. Tidak ada keadaan yang membuat sebuah pernyataan dan ingkarannya benar bersama-sama, dan tidak ada pula yang membuat keduanya salah bersama-sama.
Penyusunan ingkaran menjadi rumit begitu kalimatnya memuat kata semua atau kata ada. Ingkaran dari 'semua berkas sudah ditandatangani' bukan 'semua berkas belum ditandatangani', melainkan 'ada berkas yang belum ditandatangani'. Satu berkas tanpa tanda tangan sudah cukup membatalkan kata semua. Sebaliknya, ingkaran dari 'ada pegawai yang terlambat' adalah 'tidak ada satu pun pegawai yang terlambat'.
Bentuk ini dipakai saat menyusun sanggahan atau menetapkan syarat gagal pada sebuah pemeriksaan. Petugas mutu yang harus membuktikan sebuah klaim salah tidak perlu memeriksa seluruh berkas; ia cukup menemukan satu contoh tandingan. Di kode program, hubungan yang sama muncul sebagai all() dan any(): ingkaran dari all() adalah any() atas syarat yang sudah diingkari.
Klaim: 'Semua kardus di rak B beratnya di bawah 20 kg.'
Ingkarannya: 'Ada kardus di rak B yang beratnya tidak di bawah 20 kg.'
Cara membuktikan ingkaran itu benar: timbang kardus satu per satu,
berhenti begitu satu kardus menunjukkan 20 kg atau lebih.
Satu kardus 23 kg sudah cukup; sisa rak tidak perlu ditimbang.