Perawatan Mesin Dasar: Preventif, Keandalan, dan Analisis Kerusakan
Pelajaran 9 dari 15
–
Analisis kerusakan
FMEA sederhana dan angka prioritas risiko (RPN)
Setelah pelajaran ini kamu bisa membedakan mode, penyebab, dan akibat kegagalan, membaca skala peringkat yang ditetapkan, dan menghitung RPN = keparahan × kejadian × deteksi.
±14 menit
3 latihan
Diperiksa 28 Okt 2026
Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya
Materi
FMEA (failure mode and effects analysis) menelusuri cara-cara sebuah peralatan bisa gagal sebelum kegagalan itu terjadi. Manual TM 5-698-4 membedakan tiga hal yang sering tertukar. Mode kegagalan adalah cara kegagalan terlihat: tidak menyala saat diperlukan, berjalan putus-putus, tidak berhenti saat seharusnya, kehilangan keluaran, atau keluaran menurun. Penyebab adalah proses fisik atau kimia yang membuatnya gagal, dan satu mode bisa punya beberapa penyebab. Akibat dicatat bertingkat: akibat lokal pada komponen, akibat pada tingkat di atasnya, dan akibat akhir pada sistem.
Setiap mode lalu diberi tiga peringkat 1–10: keparahan (S) untuk akibat terburuknya, kejadian (O) untuk seberapa sering diperkirakan terjadi, dan deteksi (D) untuk seberapa mungkin kendali yang ada menangkapnya. Arah skala deteksi terbalik dari dugaan pertama: 1 berarti hampir pasti terdeteksi, 10 berarti tidak ada kendali yang bisa mendeteksi. RPN = S × O × D, dari 1 sampai 1.000, dipakai mengurutkan mode yang ditangani lebih dulu. TM 5-698-4 mencatat satu pengecualian: bila keparahannya tinggi, tindakan perbaikan bisa didahulukan berapa pun RPN-nya.
Contoh blower cerobong oven di pabrik roti di Bekasi: mode bantalan motor macet, penyebab gemuk habis, akibat akhir oven berhenti; S 7, O 4, D 6, sehingga RPN = 168. Skala tiap pabrik berbeda, jadi di kelas ini skala selalu ditulis di soal.
Latihan
0/3 lulus
Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.
Latihan 1 dari 3
Satu baris FMEA pompa air bersih di pabrik roti berisi tiga catatan: (1) air merembes dari rumah pompa, (2) seal mekanis retak karena pompa pernah dijalankan kering, (3) tekanan air ke lantai produksi turun. Catatan mana yang merupakan PENYEBAB kegagalan?
Latihan 2 dari 3
Mode kegagalan konveyor: rantai lepas dari sproket. Skala 1–10: keparahan 10 = bahaya keselamatan tanpa peringatan, 1 = tidak berpengaruh; kejadian 10 = hampir pasti berulang, 1 = hampir mustahil; deteksi 1 = kendali yang ada hampir pasti menangkapnya, 10 = tidak ada kendali yang bisa mendeteksinya. Tim memberi keparahan 6, kejadian 5, dan deteksi 4. Berapa RPN-nya?
Latihan 3 dari 3
Tiga mode kegagalan mesin press di Karawang. A: keparahan 10 (bisa mencederai operator tanpa peringatan), kejadian 2, deteksi 3, RPN 60. B: keparahan 4, kejadian 6, deteksi 5, RPN 120. C: keparahan 5, kejadian 5, deteksi 4, RPN 100. Aturan tim mengikuti TM 5-698-4: keparahan 9 atau 10 ditangani lebih dulu berapa pun RPN-nya, sisanya diurutkan menurut RPN. Mana yang ditangani pertama?