Materi
Pompa air pendingin di pabrik injeksi plastik di Karawang mengalirkan air ke cetakan. Bila debitnya turun, cetakan kurang dingin dan produk melengkung; bila pompa berhenti, lini injeksi berhenti. Tim perawatan menyusun FMEA sederhana untuk lima mode kegagalan. Skala 1–10: keparahan 10 berarti bahaya keselamatan tanpa peringatan dan 1 tidak berpengaruh; kejadian 10 berarti hampir pasti berulang; deteksi 1 berarti kendali yang ada hampir pasti menangkapnya dan 10 berarti tidak ada kendali yang bisa mendeteksinya.
Aturan tindakan tim: keparahan 9 atau 10 diberi tindakan Segera berapa pun RPN-nya; selain itu RPN 100 ke atas diberi tindakan Rencanakan, dan di bawah 100 diberi Pantau.
| No. | Mode kegagalan | Penyebab | S | O | D |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Air merembes dari seal | Seal mekanis aus | 5 | 6 | 3 |
| 2 | Pompa berhenti (bantalan macet) | Gemuk habis | 7 | 4 | 6 |
| 3 | Debit turun | Saringan isap robek, kotoran menyumbat impeler | 6 | 5 | 5 |
| 4 | Pelindung kopling lepas, poros berputar terbuka | Baut pelindung hilang | 9 | 2 | 4 |
| 5 | Getaran naik | Baut dudukan kendur | 3 | 5 | 2 |
Riwayat perintah kerja 12 bulan dipakai untuk menguji apakah peringkat kejadian masuk akal: seal aus 5 kali dengan total 10 jam berhenti; bantalan macet 2 kali, 16 jam; impeler tersumbat 4 kali, 6 jam; pelindung kopling lepas 1 kali, 3 jam. TM 5-698-4 menyarankan peringkat kejadian dicocokkan dengan data kegagalan yang benar-benar tercatat bila data itu tersedia.