Materi
SKKNI 127/2018 meminta kebutuhan suku cadang diidentifikasi dan dicatat saat merencanakan pemeliharaan. Panduan FEMP menyebut dua gejala pengelolaan suku cadang yang buruk: persediaan berlebih, atau teknisi yang terus menunggu suku cadang datang. Aturan min–maks menjaga keduanya dengan dua angka untuk setiap barang.
Catatan kuliah sistem persediaan Bilkent University menamai aturan ini kebijakan (s, S): bila stok turun sampai s atau kurang, pesan sebanyak yang dibutuhkan untuk menaikkan stok ke S; bila stok di atas s, tidak memesan. Cara praktis yang disebut catatan itu: s = titik pemesanan ulang R, dan S = R + Q dengan Q jumlah pesanan. Titik pemesanan ulang = pemakaian selama waktu tunggu + stok pengaman, seperti di Fundamentals of Operations Management dan kelas Pengelolaan Persediaan.
Contoh bantalan 6205 di pabrik pakan di Medan: pemakaian 0,5 per hari, waktu tunggu 12 hari, stok pengaman 4, sehingga minimum 10. Jumlah pesanan 20, sehingga maksimum 30. Hari ini stok tinggal 9, jadi yang dipesan 30 − 9 = 21.
Min = pemakaian per hari × waktu tunggu (hari) + stok pengaman
Maks = min + jumlah pesanan
Pesan = maks − stok, hanya bila stok <= min; selain itu 0