Materi
Jadwal preventif menjawab dua pertanyaan: pekerjaan apa, dan kapan. SKKNI 127/2018 meminta rencana pemeliharaan memuat tujuan, target, tahapan pengerjaan, serta kebutuhan peralatan dan suku cadang, dengan dasar waktu dari buku petunjuk peralatan. Panduan FEMP mencatat bahwa sistem perawatan terkomputerisasi (CMMS) membuat perintah kerja preventif dari kalender atau dari jam jalan. Daftar periksa pompanya membagi frekuensi: pemeriksaan visual harian, pelumasan dan kelurusan poros bulanan, kondisi bantalan dan motor tahunan.
Interval kalender dihitung dari tanggal terakhir dikerjakan: jatuh tempo = tanggal terakhir + interval hari. Interval pemakaian dihitung dari penghitung jam (hour meter): jatuh tempo = angka jam saat terakhir dikerjakan + interval jam. Pekerjaan sudah jatuh tempo bila angka sekarang mencapai angka jatuh tempo, jadi perbandingannya memakai >=. Bila buku petunjuk menulis dua batas, misalnya 250 jam atau 12 bulan, yang tercapai lebih dulu yang berlaku.
Contoh kompresor di bengkel bubut di Cikarang: oli diganti tiap 1.000 jam, terakhir saat penghitung jam menunjuk 6.420, jadi jatuh temponya 7.420. Penghitung jam kini 7.380 dan kompresor jalan 16 jam sehari; sisa 40 jam berarti jatuh tempo sekitar 2,5 hari lagi.
Jatuh tempo = jam saat terakhir dikerjakan + interval (jam)
Sisa jam = jatuh tempo − jam sekarang
Status = "Jatuh tempo" bila jam sekarang >= jatuh tempo
Hari kalender ≈ interval (jam) ÷ jam jalan per hari