Materi
Perawatan prediktif bekerja karena kerusakan mekanik didahului gejala yang bisa diukur. Panduan FEMP membahas beberapa teknik. Analisis getaran mengukur seberapa kasar mesin berputar, dinyatakan sebagai simpangan, kecepatan, atau percepatan getaran. Termografi inframerah memotret sebaran suhu permukaan: gesekan di bagian berputar dan sambungan yang longgar tampak lebih panas dari sekitarnya. Analisis pelumas memeriksa oli untuk air, kotoran, dan tanda oksidasi; FIST 2-4 dari Biro Reklamasi AS menyebut uji oli berkala sebagai bagian program preventif, dan uji yang jauh lebih rapat bila oli dipakai sebagai dasar perawatan berbasis kondisi.
FEMP menegaskan bahwa batas getaran dalam tabel umum bukan garis pasti antara mesin sehat dan mesin yang akan rusak. Yang dipakai adalah batas tindakan yang ditetapkan tim, ditambah tren: bacaan satu mesin dibandingkan dengan bacaannya sendiri dari waktu ke waktu.
Tidak semua peralatan layak dipantau. Tabel penerapan RCM di panduan yang sama memetakan: komponen kecil, peralatan tidak kritis, dan sistem yang punya cadangan cukup ditangani korektif; peralatan yang aus dengan pola kerusakan diketahui dan barang habis pakai ditangani preventif; peralatan kritis dengan pola kerusakan acak ditangani prediktif.
| Gejala yang dipantau | Teknik | Contoh di pabrik kertas di Mojokerto |
|---|---|---|
| Getaran naik | Analisis getaran | Bantalan rol pengering mulai aus |
| Suhu permukaan naik | Termografi inframerah | Kopling motor–pompa tidak lurus sehingga memanas |
| Mutu oli turun | Analisis pelumas | Air masuk ke oli gearbox lewat seal yang getas |