Materi
Riwayat perintah kerja beberapa bulan bisa memuat puluhan penyebab kerusakan. Analisis Pareto menyaring mana yang ditangani lebih dulu. Buku Introduction to Operations Management (Seneca Polytechnic) mengaitkannya dengan prinsip Pareto yang dipopulerkan Juran: sebagian kecil penyebab menghasilkan sebagian besar masalah. Langkahnya: urutkan kategori dari terbesar ke terkecil, jumlahkan totalnya, lalu hitung kolom kumulatif dan persen kumulatif.
Untuk perawatan, ukuran yang diurutkan dipilih dulu: jumlah kejadian atau jam berhenti. Keduanya bisa memberi urutan berbeda. Sepuluh kali sensor kotor yang masing-masing pulih dalam 15 menit menghabiskan jauh lebih sedikit waktu produksi daripada dua kali gearbox pecah yang masing-masing butuh 12 jam. Bila tujuannya mengurangi waktu produksi yang hilang, urutkan menurut jam berhenti. SKKNI 127/2018 unit analisis kinerja meminta data kinerja mesin hasil perbaikan dianalisis dan penurunannya ditindaklanjuti.
Contoh mesin pencetak kemasan di Tangerang selama satu kuartal, menurut jam berhenti: bantalan aus 48 jam, sabuk putus 30 jam, selang hidrolik bocor 18 jam, baut kendur 14 jam, sensor kotor 10 jam; total 120 jam. Persen kumulatifnya 40%, 65%, 80%, 91,7%, dan 100%, jadi tiga penyebab teratas memuat 80% jam berhenti.
Kumulatif baris n = kumulatif baris sebelumnya + nilai baris n
Persen kumulatif = kumulatif ÷ total × 100