Materi
Perintah kerja (work order) adalah dokumen yang membuka, mengatur, dan menutup satu pekerjaan perawatan. Panduan FEMP menyebut fungsi utama CMMS: membuat perintah kerja, memberi prioritas, melacaknya per peralatan, dan menyimpan seluruh riwayatnya sehingga bisa diurutkan menurut peralatan, tanggal, atau teknisi, termasuk biaya dan waktu penutupan per komponen. FEMP menegaskan bahwa CMMS tidak mengambil keputusan; ia menyediakan data yang mudah dicari.
SKKNI 127/2018 unit Melakukan Perbaikan Peralatan Mekanik mengurutkan pekerjaannya: persiapan (mesin diidentifikasi, suku cadang disiapkan, metode ditentukan dari buku petunjuk), perbaikan, pengujian statik lalu dinamis yang hasilnya dievaluasi, dan laporan yang memuat data hasil uji serta rekomendasi.
Isian minimal perintah kerja: nomor, kode peralatan, gejala, prioritas, jenis perawatan, waktu lapor, mulai, dan selesai, tindakan, penyebab, suku cadang yang dipakai, hasil uji, dan nama teknisi. Dari waktunya dihitung waktu tunggu (lapor sampai mulai) dan waktu perbaikan (mulai sampai selesai). Waktu perbaikan menjadi bahan MTTR, sedangkan waktu tunggu masuk ke waktu berhenti total.
| Isian | Contoh WO-0412, pabrik sepatu di Tangerang |
|---|---|
| Peralatan | MP-07 mesin press sol |
| Gejala | Tekanan tidak naik, bunyi mendesis |
| Jenis, prioritas | Korektif, 2 Mendesak |
| Lapor, mulai, selesai | 08.10, 08.55, 11.25 |
| Penyebab, suku cadang | Selang hidrolik pecah di dekat fiting; 1 selang 1/2 inci |