Materi
Ada tiga cara memakai tulisan orang lain. Kutipan langsung menyalin kata-kata sumber persis sama. Parafrase menyatakan ulang gagasan sumber dengan kata-kata sendiri. Ringkasan, dalam batasan Cambridge Dictionary, adalah uraian pendek dan jelas yang memuat fakta atau gagasan utama; APA menyebut parafrase sebagai jalan untuk meringkas dan memadukan informasi dari satu sumber atau lebih. Ketiganya tetap wajib disitasi.
APA memakai kutipan langsung untuk tiga keperluan: mereproduksi definisi persis, menyalin pernyataan yang sangat ringkas atau mudah diingat, dan menanggapi kata-kata persis seseorang. Di luar tiga keperluan itu, APA menganjurkan parafrase, karena parafrase menyesuaikan bahan dengan konteks dan gaya tulisanmu. Penulis yang karyanya terbit lebih banyak memparafrasekan daripada mengutip langsung, dan APA meminta mahasiswa meniru kebiasaan itu.
Aturan bentuknya: kutipan kurang dari 40 kata diberi tanda petik dan menyatu dengan kalimat. Kutipan 40 kata atau lebih ditulis sebagai kutipan blok: tanpa tanda petik, dimulai di baris baru, dan seluruhnya menjorok 0,5 inci dari margin kiri. Setiap kutipan langsung wajib mencantumkan penulis, tahun, dan nomor halaman, dengan p. untuk satu halaman dan pp. untuk rentang halaman yang dihubungkan tanda pisah en (–). Parafrase tidak wajib memakai nomor halaman, tetapi boleh diberi bila membantu pembaca menemukan bagiannya di karya yang panjang.
Sumber (karangan): Lestari, 2020, halaman 14
"Arsip yang tidak diberi kode klasifikasi sejak awal hampir selalu hilang saat kantor pindah gedung."
Kutipan langsung:
Lestari (2020) mencatat bahwa arsip tanpa kode klasifikasi "hampir selalu hilang saat kantor pindah gedung" (p. 14).
Parafrase:
Kode klasifikasi yang dipasang sejak arsip dibuat mencegah arsip tercecer ketika kantor berpindah tempat (Lestari, 2020).
Ringkasan satu bab:
Bab dua buku Lestari (2020) membahas cara memberi kode, menyimpan, dan memindahkan arsip kantor.