Materi
Tabel rapi punya tiga aturan: setiap kolom berisi satu jenis keterangan (variabel), setiap baris berisi satu pengamatan, dan setiap sel berisi satu nilai. Tabel seperti ini bisa langsung diurutkan, disaring, dan dihitung dengan rumus.
| Bentuk lebar | Bentuk panjang (rapi) |
|---|---|
| Nama | Jan | Feb | Mar | Nama | Bulan | Penjualan |
| Ayu | 12 | 15 | 11 | Ayu | Jan | 12 |
| Ayu | Feb | 15 | |
| Ayu | Mar | 11 |
Di bentuk lebar, bulan tersimpan sebagai judul kolom, jadi setiap bulan baru menambah kolom dan rumus harus diubah. Di bentuk panjang, bulan menjadi nilai di kolom Bulan; bulan baru cukup menambah baris.
Contoh di luar latihan: catatan pemakaian ruang rapat. Bentuk lebarnya memberi satu kolom untuk setiap ruang — Melati, Anggrek, Cempaka — dan satu baris untuk setiap tanggal. Bentuk panjangnya hanya punya tiga kolom: Tanggal, Ruang, dan Jam. Di bentuk panjang, satu COUNTIF pada kolom Ruang menjawab berapa kali ruang Anggrek dipakai; di bentuk lebar rumusnya ditulis ulang setiap kali ruang baru dibuka.
Kesalahan yang paling sering muncul adalah menyimpan keterangan di judul kolom. Judul Penjualan Jan 2026 memuat dua hal sekaligus: jenis angkanya dan periodenya. Begitu data Februari masuk, kolom baru harus dibuat dan rentang setiap rumus harus dilebarkan. Kolom Bulan yang berisi nilai membuat data baru cukup menambah baris.
Rumus rujukan seperti =B2 mengambil nilai sel lain. Menyusun ulang tabel dengan rujukan menjaga angka tetap sama dengan sumbernya: ketika angka di tabel asal diperbaiki, tabel panjangnya ikut berubah.
=B2