Tulisan Arab bersifat bersambung, sehingga huruf di dalam satu kata saling menempel. Satu huruf dapat memiliki sampai empat bentuk sesuai posisinya: berdiri sendiri, di awal kata, di tengah kata, dan di akhir kata. Bunyi hurufnya tidak berubah sedikit pun; yang berubah hanya bentuk tulisannya. Karena arah tulisan dari kanan ke kiri, huruf sesudah berarti huruf di sebelah kiri dan huruf sebelum berarti huruf di sebelah kanan.
- Berdiri sendiri (munfaṣil): huruf tidak menempel pada huruf mana pun.
- Awal: huruf menyambung ke huruf sesudahnya, yaitu ke sebelah kiri.
- Tengah: huruf menyambung ke dua sisi sekaligus.
- Akhir: huruf menyambung ke huruf sebelumnya, yaitu ke sebelah kanan.
Huruf ب dipakai sebagai contoh karena memiliki keempat bentuk itu secara lengkap. Inti bentuknya, yaitu satu titik di bawah, tidak pernah berubah; yang berubah hanya ekor dan garis sambungnya. Bentuk awal dan tengah membuka ke kiri untuk menyambut huruf berikutnya, sedangkan bentuk akhir dan berdiri sendiri ditutup dengan ekor.
| Posisi | Bentuk | Contoh kata | Baca |
|---|---|---|---|
| Isolated | ب | قَلْب | qalb (hati) |
| Awal | بـ | بَاب | bāb (pintu) |
| Tengah | ـبـ | كَبِير | kabīr (besar) |
| Akhir | ـب | كِتَاب | kitāb (buku) |
| Huruf | Isolated | Awal | Tengah | Akhir |
|---|---|---|---|---|
| ha | هـ | هـ | ـهـ | ـه |
| 'ain | ع | عـ | ـعـ | ـع |
| kaf | ك | كـ | ـكـ | ـك |
| mim | م | مـ | ـمـ | ـم |
| ya | ي | يـ | ـيـ | ـي |
- مُحَمَّدMuhammadMuhammad
- عَلِيّ'AlīAli
Enam huruf berikut hanya menyambung ke huruf sebelumnya dan tidak pernah menyambung ke huruf sesudahnya, sehingga masing-masing hanya memiliki dua bentuk: berdiri sendiri dan akhir. Setelah salah satu huruf ini, tulisan selalu terputus dan huruf berikutnya ditulis dengan bentuk awal atau berdiri sendiri.
| Huruf | Nama | Transliterasi | Contoh |
|---|---|---|---|
| ا | alif | ā | بَاب (bāb — pintu) |
| د | dal | d | دَرْس (dars — pelajaran) |
| ذ | dzal | dh | ذَهَب (dhahab — emas) |
| ر | ra | r | وَرْد (ward — bunga mawar) |
| ز | zai | z | زَارَ (zāra — dia berkunjung) |
| و | wau | w / ū | وَلَد (walad — anak laki-laki) |
- وَرْدwardbunga mawar
- دَرْسdarspelajaran
- زَارَzāradia berkunjung
Alif lam adalah penanda kata tertentu, sepadan dengan kata itu dalam bahasa Indonesia. Cara membacanya bergantung pada huruf pertama kata yang mengikutinya. Empat belas huruf qamariyah membuat lam tetap terdengar, sedangkan empat belas huruf syamsiyah membuat lam melebur dan huruf sesudahnya memakai shaddah. Pembagian ini menyangkut pembacaan, bukan bentuk tulisan: lam tetap ditulis pada kedua kelompok.
| Kelompok | 14 Huruf | Efek pada ال |
|---|---|---|
| Qomariyah (bulan) | ا ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ي | Lam terdengar jelas: الْقَمَر (al-qamar) |
| Syamsiyah (matahari) | ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن | Lam MELEBUR, huruf ber-shaddah: الشَّمْس (asy-syams) |
- الْبَيْتal-baytrumah itu
- النُّورan-nūrcahaya itu
- Tulis huruf ب pada empat posisi dalam satu baris.
- Sebutkan enam huruf yang tidak menyambung ke kiri dari ingatan.
- Tunjukkan titik putus pada kata وَرْد (ward — bunga mawar).
- Baca الْقَمَر (al-qamar — bulan) dan الشَّمْس (asy-syams — matahari) berurutan dan dengarkan nasib lamnya.