Bahasa Arab tidak memakai kata yang sepadan dengan adalah pada kalimat bentuk sekarang, sama seperti bahasa Indonesia. Kalimat yang dibuka oleh kata benda disebut jumlah ismiyyah dan hanya terdiri dari dua bagian: mubtada, yaitu hal yang dibicarakan, dan khabar, yaitu keterangan tentangnya. الْبَيْتُ كَبِيرٌ (al-baytu kabīrun) berarti rumah itu besar, tanpa satu pun kata penghubung di tengahnya.
- Mubtada (الْمُبْتَدَأ) hampir selalu tertentu: memakai alif lam, berupa nama orang, atau berupa kata ganti.
- Khabar (الْخَبَر) hampir selalu tak tentu, sehingga ditandai tanwin.
- Keduanya berkedudukan marfuʿ, yaitu ditandai dhammah atau dhammatain di akhir kata.
| Komponen | Definite? | Iʻrab | Tanda |
|---|---|---|---|
| Mubtada | Ya (ال / dhomir / nama) | Raf' | ـٌ (dhammah) |
| Khabar | Tidak (tanwin) | Raf' | ـٌ (dhammatain) |
Mubtada dan khabar harus sepadan dalam gender dan jumlah. Mubtada berbentuk maskulin menuntut khabar berbentuk maskulin, dan mubtada berbentuk feminin menuntut khabar berbentuk feminin. Pasangan inilah yang paling sering terlewat oleh pembelajar Indonesia, karena bahasa Indonesia tidak menandai gender kata benda sama sekali. Periksa gender mubtada lebih dahulu, baru pilih bentuk khabarnya.
- الْبَيْتُ كَبِيرٌ.al-baytu kabīrunRumah itu besar.
- الطَّالِبَةُ مُجْتَهِدَةٌ.aṭ-ṭālibatu mujtahidatunPelajar (pr) itu rajin.
- مُحَمَّدٌ مُدَرِّسٌ.muḥammadun mudarrisunMuhammad adalah guru.
- هُوَ طَبِيبٌ.huwa ṭabībunDia (lk) seorang dokter.
- الْكِتَابُ عَلَى الْمَكْتَبِ.al-kitābu ʿalā al-maktabiBuku itu di atas meja.
- الْجَوُّ جَمِيلٌ الْيَوْمَ.al-jawwu jamīlun al-yawmCuaca indah hari ini.
- Mubtada tertentu, khabar tak tentu: itu pola dasarnya.
- Gender dan jumlah keduanya harus sepadan.
- Tidak ada kata yang sepadan dengan adalah pada kalimat bentuk sekarang.
- Khabar dapat berupa satu kata sifat, dapat pula berupa keterangan tempat seperti عَلَى الْمَكْتَبِ (ʿalā al-maktabi — di atas meja).
Angka satu sampai lima
| Angka | Untuk benda maskulin | Untuk benda feminin |
|---|---|---|
| 1 | وَاحِد (wāḥid) | وَاحِدَة (wāḥidah) |
| 2 | اِثْنَانِ (ithnāni) | اِثْنَتَانِ (ithnatāni) |
| 3 | ثَلَاثَة (thalāthah) | ثَلَاث (thalāth) |
| 4 | أَرْبَعَة (arbaʿah) | أَرْبَع (arbaʿ) |
| 5 | خَمْسَة (khamsah) | خَمْس (khams) |
Angka tiga sampai sepuluh memakai gender yang berlawanan dengan benda yang dihitung. Benda maskulin menuntut angka yang berakhiran tā marbūṭah, sedangkan benda feminin menuntut angka tanpa tā marbūṭah: ثَلَاثَةُ كُتُبٍ (thalāthatu kutubin — tiga buku) dan ثَلَاثُ سَيَّارَاتٍ (thalāthu sayyārātin — tiga mobil). Angka satu dan dua tidak mengikuti aturan berlawanan itu dan tetap sepadan dengan bendanya.
- كِتَابٌ وَاحِدٌ.kitābun wāḥidun.Satu buku.
- ثَلَاثَةُ كُتُبٍ.thalāthatu kutubin.Tiga buku.
- هُنَاكَ خَمْسَةُ طُلَّابٍ.hunāka khamsatu ṭullābin.Ada lima pelajar laki-laki.
- هُنَاكَ خَمْسُ طَالِبَاتٍ.hunāka khamsu ṭālibātin.Ada lima pelajar perempuan.