Huruf hijaiyah hanya melambangkan konsonan. Bunyi vokalnya ditambahkan lewat harakat, yaitu tanda kecil di atas atau di bawah huruf. Ada tiga vokal pendek: fathah berbunyi a, kasrah berbunyi i, dan dhammah berbunyi u. Mushaf dan buku pemula menulis harakat secara penuh, sedangkan surat kabar dan pesan sehari-hari menulisnya tanpa harakat karena pembacanya sudah mengenali pola katanya.
- Tiga vokal pendek: fathah (a), kasrah (i), dan dhammah (u).
- Sukun menandai huruf mati, yaitu huruf tanpa vokal.
- Shaddah menandai huruf yang dibaca rangkap.
- Tanwin adalah vokal pendek ganda di akhir kata dan menandai kata benda tak tentu.
| Harakat | Bentuk | Bunyi | Contoh | Baca |
|---|---|---|---|---|
| Fathah | garis miring DI ATAS ( َ ) | a pendek | بَ | ba |
| Kasrah | garis miring DI BAWAH ( ِ ) | i pendek | بِ | bi |
| Dhammah | seperti wau kecil DI ATAS ( ُ ) | u pendek | بُ | bu |
- كَتَبَkatabadia (lk) telah menulis
- بِنْتbintanak perempuan
- كُتُبkutubbuku-buku
Sukun berbentuk lingkaran kecil di atas huruf dan menandai huruf mati, yaitu huruf yang dibaca tanpa vokal dan langsung menyambung ke huruf sebelumnya. Kata bahasa Arab tidak pernah dimulai dengan huruf bersukun, sehingga tanda ini hanya muncul di tengah atau di akhir kata. Menambahkan vokal pada huruf bersukun mengubah bentuk kata: مِنْ (min — dari) terbaca min, bukan mina.
- مِنْmindari
- قُمْqumberdirilah!
- يَكْتُبُyaktubudia sedang/akan menulis
Shaddah berbentuk seperti huruf w kecil di atas huruf dan menandai huruf yang dibaca rangkap: huruf pertama mati, huruf kedua berharakat. Tanda ini selalu didampingi salah satu harakat di atas atau di bawahnya. Shaddah membedakan arti secara penuh, misalnya سَبَّحَ (sabbaḥa — bertasbih) berbeda dari سَبَحَ (sabaḥa — berenang), sehingga tanda ini tidak dapat dilewati saat membaca.
- رَبّrabbTuhan
- مُدَرِّسmudarrisguru (lk)
- اللَّهAllāhAllah
Tanwin adalah harakat ganda pada huruf terakhir kata dan menghasilkan bunyi akhiran n. Tanwin menandai kata benda tak tentu, yang dalam bahasa Indonesia sepadan dengan sebuah atau seorang. Bentuknya ada tiga dan masing-masing menandai satu kedudukan kata di dalam kalimat: dhammatain untuk subjek, fathatain untuk objek, dan kasratain setelah kata depan.
| Tanwin | Bentuk | Bunyi | Contoh | Baca | Kasus |
|---|---|---|---|---|---|
| Fathatain | dua fathah ( ً ) | an | كِتَابًا | kitāban | nashab (objek) |
| Kasratain | dua kasrah ( ٍ ) | in | كِتَابٍ | kitābin | jarr (setelah huruf jar) |
| Dhammatain | dua dhammah ( ٌ ) | un | كِتَابٌ | kitābun | raf' (subjek) |
- هَذَا بَيْتٌ.hādhā baytun.Ini sebuah rumah.
- رَأَيْتُ بَيْتًا.ra'aytu baytan.Aku melihat sebuah rumah.
- فِي بَيْتٍ.fī baytin.Di sebuah rumah.
Selain vokal pendek, bahasa Arab mengenal vokal panjang yang dibaca dua ketukan. Vokal panjang terbentuk dari harakat yang bertemu huruf panjang yang sepadan: fathah bertemu alif menjadi ā, kasrah bertemu ya menjadi ī, dan dhammah bertemu wau menjadi ū. Panjang pendek vokal membedakan kata, misalnya فِعْل (fiʿl — perbuatan) berbeda dari فِيل (fīl — gajah).
| Vokal panjang | Susunan | Contoh | Baca |
|---|---|---|---|
| ā (a panjang) | fathah + alif (ـَـا) | قَالَ | qāla (berkata) |
| ī (i panjang) | kasrah + ya (ـِـي) | فِيل | fīl (gajah) |
| ū (u panjang) | dhammah + wau (ـُـو) | نُور | nūr (cahaya) |
- Baca بَ بِ بُ dengan tiga bentuk bibir yang berbeda.
- Tunjukkan huruf bersukun pada kata يَكْتُبُ (yaktubu — dia menulis).
- Sebutkan tiga tanwin beserta kedudukan kata yang ditandainya.
- Bandingkan قَالَ (qāla — dia berkata) dengan قَلَّ (qalla — menjadi sedikit) dengan suara keras.