Materi
Harga coret adalah harga sebelumnya yang ditampilkan tercoret di samping harga jual. Principles of Marketing Bagian 12.1 menjelaskan pengaruhnya lewat price anchoring: angka pertama yang dilihat pembeli menjadi patokan untuk menilai harga berikutnya. Bagian 12.6 menggolongkan iklan harga yang menyesatkan sebagai praktik tidak etis, dengan contoh harga yang dinaikkan tepat sebelum promo beli satu gratis satu.
Panduan FTC Amerika Serikat, 16 CFR 233.1, merumuskan syaratnya: harga sebelumnya sah sebagai pembanding bila memang ditawarkan terbuka kepada publik secara rutin dalam waktu yang cukup lama, belum lama berselang. Harga coret fiktif bila dinaikkan sebentar supaya potongannya tampak besar, tidak pernah dipasang, berasal dari masa yang sudah lama lewat tanpa keterangan, atau langsung diturunkan begitu dipasang. Di Indonesia, UU 8/1999 Pasal 9 ayat (1) melarang menawarkan barang seolah-olah memiliki potongan harga; pasalnya dibahas di kelas Dasar Pemasaran.
Persen diskon = (harga coret − harga jual) ÷ harga coret. Biaya platform dihitung dari harga yang benar-benar dibayar, jadi ikut turun saat diskon; modal dan kemasan tidak.
Toko sepatu anak di Bandung (biaya platform contoh 10%, modal + kemasan 75.000)
Harga coret 150.000, harga jual 120.000
Diskon = 30.000 ÷ 150.000 = 20%
Laba sebelum = 150.000 − 75.000 − 15.000 = 60.000
Laba sesudah = 120.000 − 75.000 − 12.000 = 33.000