Materi
Eric Ries, penulis The Lean Startup, menyusun siklus bangun-ukur-belajar: purwarupa dibangun atau setidaknya gagasannya ditulis, ditunjukkan kepada calon pelanggan, umpan baliknya diukur, lalu pendiri belajar apa yang dipertahankan dan apa yang diubah. Siklus diulang sampai purwarupanya cukup untuk dipasarkan, dan ujungnya selalu satu keputusan: bertahan (persevere) atau pivot.
MVP (minimum viable product) adalah purwarupa paling awal. Menurut Ries, MVP tidak harus dibangun: sketsa, video, atau penjelasan cara kerjanya pun sah, asalkan cukup untuk memancing umpan balik tanpa menghabiskan banyak uang dan waktu. Kemajuannya diukur dengan akuntansi inovasi, bukan dengan penjualan, laba, atau ROI: yang diukur adalah uji asumsi, fitur yang disukai, jumlah pendaftar, dan tingkat bertahan pengguna yang dipisah per kelompok (kohort).
Pivot adalah perubahan mendasar untuk menguji hipotesis baru tentang produk, pertumbuhan, atau model bisnisnya. Ries mendaftar sepuluh jenis, antara lain zoom-in, zoom-out, segmen pelanggan, kebutuhan pelanggan, platform, penangkapan nilai, mesin pertumbuhan, saluran, dan teknologi.
| Perubahan arah (contoh karangan) | Jenis pivot |
|---|---|
| Satu fitur produk dijadikan produk utuh | Zoom-in |
| Satu fitur tidak cukup, jadi produk ditambah fitur lain | Zoom-out |
| Aplikasi resep untuk ibu rumah tangga beralih melayani pemilik warung makan | Segmen pelanggan |
| Kue kering yang dijual lewat bazar kini dijual lewat toko daring | Saluran |