Pada bunga majemuk, bunga yang sudah ditambahkan ikut berbunga di periode berikutnya. Nilai akhirnya A = P × (1 + i)ⁿ, dengan n banyak periode pemajemukan, dan bunga yang diperoleh = A − P.
Contoh langkah demi langkah dengan pokok Rp8.000.000 dan bunga 6% per tahun selama 3 tahun. Tahun pertama, 8.000.000 × 1,06 = 8.480.000. Tahun kedua, 8.480.000 × 1,06 = 8.988.800. Tahun ketiga, 8.988.800 × 1,06 = 9.528.128. Sekali hitung, 8.000.000 × 1,06³ = 9.528.128, karena mengalikan tiga kali berturut-turut sama dengan memangkatkan tiga.
8.000.000 × 1,06^3 = 9.528.128
=B1*POWER(1+B2,B3) (lembar kerja)
=B1*(1+B2)^B3 (lembar kerja, tanda pangkat)
P * (1 + i) ** n (Python)Pada contoh yang sama, bunga sederhana hanya memberi Rp1.440.000, sedangkan bunga majemuk memberi Rp1.528.128. Selisih Rp88.128 setelah tiga tahun terlihat kecil, tetapi selisih itu tumbuh mengikuti pangkat, bukan mengikuti garis lurus: makin panjang jangka waktunya, makin lebar jaraknya, dan pada jangka puluhan tahun jaraknya berlipat.
Di lembar kerja pangkat ditulis dengan tanda ^ atau fungsi POWER; di Python dengan operator ** atau math.pow. Ketiganya menghitung hal yang sama, jadi hasil lembar kerja bisa diperiksa ulang dengan satu baris Python.