Bunga tahunan bisa dimajemukkan lebih sering daripada setahun sekali. Bila m adalah banyak pemajemukan dalam setahun, bunga tiap periode menjadi i ÷ m dan banyak periodenya m × t, sehingga A = P × (1 + i/m)^(m·t). Dua perubahan itu selalu terjadi bersamaan.
Contoh langkah demi langkah dengan pokok Rp6.000.000, bunga 8% per tahun, lama 1 tahun. Dimajemukkan sekali setahun, m = 1, hasilnya 6.000.000 × 1,08 = 6.480.000. Dimajemukkan tiap tiga bulan, m = 4, bunga per periode 0,02 dan periodenya 4, hasilnya 6.000.000 × 1,02⁴ = 6.494.592,96. Dimajemukkan tiap bulan, m = 12, bunga per periode 0,08 ÷ 12 dan periodenya 12, hasilnya 6.497.997,04.
m = 1 : 6.000.000 × (1 + 0,08/1)^(1×1) = 6.480.000
m = 4 : 6.000.000 × (1 + 0,08/4)^(4×1) = 6.494.592,96
m = 12 : 6.000.000 × (1 + 0,08/12)^(12×1) = 6.497.997,04Makin sering dimajemukkan, makin besar hasilnya, tetapi tambahannya mengecil. Dari sekali setahun ke tiap tiga bulan naik Rp14.592,96; dari tiap tiga bulan ke tiap bulan hanya naik Rp3.404,08. Pertambahan itu punya batas atas, sehingga menambah frekuensi tidak bisa menaikkan hasil tanpa henti.
Dua penawaran dengan angka bunga tahunan yang sama tetapi m berbeda tidak bisa dibandingkan langsung dari angka bunganya. Keduanya harus diubah dulu menjadi nilai akhir pada jangka yang sama, lalu angka akhirnya yang dibandingkan.