Tabel angsuran memecah tiap pembayaran menjadi dua bagian. Untuk satu baris: bunga = sisa awal × i, pokok = angsuran − bunga, dan sisa akhir = sisa awal − pokok. Sisa akhir satu baris menjadi sisa awal baris berikutnya, sehingga seluruh tabel adalah rantai yang sambung-menyambung.
Contoh langkah demi langkah memakai pinjaman Rp24.000.000, bunga 1% per bulan, angsuran Rp2.132.370,93. Bulan pertama: bunga 24.000.000 × 0,01 = 240.000; pokok 2.132.370,93 − 240.000 = 1.892.370,93; sisa akhir 24.000.000 − 1.892.370,93 = 22.107.629,07. Bulan kedua: bunga 22.107.629,07 × 0,01 = 221.076,29; pokok 1.911.294,64; sisa akhir 20.196.334,43.
bunga = sisa awal × i
pokok = angsuran − bunga
sisa akhir = sisa awal − pokokPorsi bunga mengecil tiap bulan karena sisa pokoknya mengecil, sementara porsi pokok membesar dengan selisih yang sama. Pada baris terakhir sisa akhirnya nol, dan itulah pemeriksaan bahwa seluruh tabel benar. Tabel ini juga menjawab satu pertanyaan yang sering muncul: berapa sisa utang bila dilunasi lebih cepat di bulan tertentu.