Harga per satuan = harga ÷ isi. Angka ini membuat kemasan berbeda ukuran bisa dibandingkan dalam satu deret, karena semuanya diubah menjadi harga untuk satu mililiter, satu gram, atau satu lembar.
Satuannya harus disamakan lebih dulu. Liter diubah ke mililiter dengan dikali 1.000; kilogram ke gram dengan dikali 1.000. Membandingkan rupiah per mililiter dengan rupiah per liter menghasilkan kesimpulan yang terbalik sepenuhnya.
Contoh langkah demi langkah: sabun cair kemasan 450 mL seharga Rp27.000, dan kemasan 1,2 L seharga Rp66.000. Langkah pertama, samakan satuan: 1,2 L = 1.200 mL. Langkah kedua, kemasan kecil 27.000 ÷ 450 = 60 rupiah per mL. Langkah ketiga, kemasan besar 66.000 ÷ 1.200 = 55 rupiah per mL. Langkah keempat, selisihnya 5 rupiah per mL, atau Rp5.000 untuk tiap liter yang dipakai.
1,2 L = 1.200 mL
27.000 ÷ 450 = 60 per mL
66.000 ÷ 1.200 = 55 per mL
selisih 5 per mL = 5.000 per literHasil bagi sering berupa pecahan panjang. Pembulatan dilakukan saat angkanya ditampilkan, memakai jumlah angka di belakang koma yang sama untuk semua pilihan, supaya perbandingannya tidak dimenangkan oleh pembulatan. Isi yang dipakai sebagai pembagi adalah isi yang benar-benar terpakai: kemasan besar yang sebagiannya terbuang membuat harga per satuan terpakai naik kembali.