Untung dalam rupiah tidak memberitahu seberapa keras modal bekerja. Untung Rp40.000 dari modal Rp320.000 jauh berbeda dari untung Rp40.000 dari modal Rp4.000.000. Persen untung mengukurnya: untung dibagi modal, lalu dikali 100%.
Penyebutnya modal, bukan harga jual. Modal adalah uang yang dipertaruhkan, dan persen untung menjawab berapa bagian dari uang itu yang kembali sebagai tambahan. Persen rugi dihitung dengan cara yang sama: rugi dibagi modal.
Contoh langkah demi langkah: modal Rp320.000 dan hasil penjualan Rp360.000. Langkah pertama, untung 360.000 − 320.000 = 40.000. Langkah kedua, bagi dengan modal, 40.000 ÷ 320.000 = 0,125. Langkah ketiga, ubah ke persen, 0,125 × 100% = 12,5%. Arah sebaliknya juga dipakai untuk menetapkan harga: harga jual = modal × (1 + persen untung), sehingga modal Rp320.000 dengan target 12,5% dijual 320.000 × 1,125 = 360.000.
40.000 ÷ 320.000 = 0,125 → 12,5% (persen untung)
320.000 × (1 + 0,125) = 360.000 (harga jual dari target)Persen disimpan mesin hitung sebagai pecahan desimal, dan sebagian pecahan desimal tidak punya wakil persis dalam biner — dokumentasi Python menjelaskan mengapa 0,1 + 0,2 tidak keluar persis 0,3. Karena itu pembulatan dilakukan saat angka ditampilkan, bukan saat angka dihitung, supaya sisa pecahan tidak menumpuk.