Modal adalah seluruh uang yang keluar sampai barang siap dijual: harga beli ditambah ongkos kirim, biaya kemasan, dan biaya lain yang menempel pada barang itu. Hasil penjualan adalah seluruh uang yang masuk dari barang tersebut. Untung adalah hasil penjualan dikurangi modal; bila selisihnya negatif, namanya rugi.
Satu rumus sudah cukup untuk keduanya: untung = hasil penjualan − modal. Angka negatif dibaca sebagai rugi sebesar nilai mutlaknya. Perhitungan ini dipakai tiap kali barang dibeli untuk dijual lagi — pedagang kios, penjual daring, atau siapa pun yang menitipkan barang ke orang lain.
Contoh yang dikerjakan langkah demi langkah: sebuah toko membeli 40 buku tulis seharga Rp7.500 per buku dan membayar ongkos kirim Rp20.000. Langkah pertama, harga beli seluruhnya 40 × 7.500 = 300.000. Langkah kedua, modal 300.000 + 20.000 = 320.000. Langkah ketiga, hasil penjualan bila semuanya laku Rp9.000 per buku, 40 × 9.000 = 360.000. Langkah keempat, untung 360.000 − 320.000 = 40.000.
40 × 7.500 = 300.000 (harga beli)
300.000 + 20.000 = 320.000 (modal)
40 × 9.000 = 360.000 (hasil penjualan)
360.000 − 320.000 = 40.000 (untung)Di lembar kerja, hasil penjualan beberapa barang dijumlahkan dengan SUM, sedangkan perkalian dan pengurangan memakai tanda × dan − langsung. Urutan operasi berlaku seperti di aljabar: perkalian dikerjakan sebelum penjumlahan, sehingga ongkos kirim ditambahkan setelah harga beli dikalikan jumlahnya.