Dua penawaran bisa dibandingkan setelah keduanya diubah menjadi satu angka yang sama: seluruh uang yang keluar sampai akhir masa pakai. Selama masih berupa daftar syarat yang berbeda-beda, keduanya tidak sebanding.
Urutan kerjanya tetap sama untuk penawaran apa pun:
- Samakan jumlah atau isi yang dibandingkan.
- Samakan jangka waktunya.
- Masukkan semua uang yang keluar: harga setelah diskon, uang muka, ongkos kirim, biaya pasang, biaya berkala.
- Kurangi nilai jual kembali bila barangnya memang akan dijual lagi.
- Bandingkan angka akhirnya, bukan angka yang paling menonjol di iklannya.
Contoh langkah demi langkah: Penawaran A berharga Rp3.000.000 dengan diskon 10% dan ongkos kirim Rp180.000; Penawaran B berharga Rp3.300.000 dengan diskon 20% dan biaya pasang Rp300.000. Langkah pertama, A setelah diskon 3.000.000 × 0,9 = 2.700.000. Langkah kedua, A ditambah ongkos kirim menjadi 2.880.000. Langkah ketiga, B setelah diskon 3.300.000 × 0,8 = 2.640.000. Langkah keempat, B ditambah biaya pasang menjadi 2.940.000. Selisihnya Rp60.000 dan A yang lebih murah, walaupun diskon B dua kali lipat.
A: 3.000.000 × 0,90 + 180.000 = 2.880.000
B: 3.300.000 × 0,80 + 300.000 = 2.940.000Angka persen diskon sengaja dipasang mencolok karena angka itu yang paling mudah dibandingkan sekilas. Yang menentukan adalah rupiah yang keluar, dan rupiah itu baru muncul setelah semua biaya dijumlahkan.