Materi
EYD V menetapkan angka dipakai untuk ukuran dan nilai, termasuk uang dan persentase. Angka pada awal kalimat yang lebih dari satu kata didahului kata seperti sebanyak, sejumlah, atau sebesar, atau kalimatnya disusun ulang. Tanda titik memisahkan ribuan pada bilangan yang menyatakan jumlah, dan tanda koma dipakai sebelum angka desimal. Pedoman gaya GOV.UK menambahkan aturan konsistensi: satu deret angka ditulis dengan format yang sama, nol ditulis sebelum koma desimal (0,5, bukan ,5), dan persentase memakai tanda % bersama angkanya. Kaidah angka selengkapnya diajarkan di kelas Bahasa Indonesia Baku untuk Kerja.
Purdue OWL (halaman APA Tables and Figures) memakai dua istilah: tabel adalah sajian berbentuk baris dan kolom, sedangkan gambar (figure) mencakup semua ilustrasi lain, seperti grafik, bagan, peta, dan foto. Sebelum membuat tabel, tanyakan apakah tabel itu perlu; data yang hanya dua baris atau dua kolom atau kurang ditulis di teks. Setiap tabel dan gambar dirujuk di teks beserta hal yang perlu diperhatikan pembaca, dan harus bisa dipahami tanpa membaca teksnya, termasuk kepanjangan setiap singkatan.
Penomoran memakai angka Arab berurutan sesuai urutan dirujuk di teks: Tabel 1, Tabel 2, dan seterusnya; gambar diberi nomor tersendiri: Gambar 1, Gambar 2. Huruf akhiran seperti Tabel 3a dan 3b tidak dipakai; tabel yang berkaitan digabung. Tabel di lampiran diberi huruf dan angka, misalnya Tabel A1. Nomor ditulis tebal dan rata kiri, lalu judul ditulis di bawahnya dengan huruf miring. Judul singkat tetapi menjelaskan isi. Tabel yang diambil dari sumber lain disebut sumbernya. Kata Tabel dan Gambar adalah padanan Table dan Figure yang dipakai kelas ini.
OpenStax bagian 8.3 menyebut laporan formal memuat grafik, diagram, atau foto yang diberi keterangan dan dirujuk di teks. Daftar periksa Communication for Business Success 9.4 meminta tabel dan gambar diberi label yang jelas dan benar, serta mudah dipahami tanpa bantuan teks.