Materi
Penjualan bulan ini tidak sama dengan kas yang masuk bulan ini. Principles of Managerial Accounting (§7.3) menyusun jadwal penerimaan kas dari anggaran penjualan memakai pola: berapa persen tertagih di bulan penjualan, sebulan sesudahnya, dua bulan sesudahnya, dan seterusnya. Bagian yang ditaksir tak tertagih tidak dimasukkan, karena kasnya memang tidak diharapkan. Jadwal pembayaran disusun dengan cara yang sama dari pembelian dan pola pembayaran ke pemasok. Principles of Finance (§19.6) menambahkan bahwa syarat kredit seperti n/30 ikut menentukan pola itu.
Penerimaan bulan tertentu = penjualan bulan itu × persen bulan yang sama + penjualan bulan lalu × persen bulan kedua + penjualan dua bulan lalu × persen bulan ketiga. Pola diambil dari riwayat penagihan perusahaan sendiri, jadi di kelas ini selalu diberikan di soal dan disimpan di sel yang dikunci. Bagian penjualan yang belum masuk jadwal sampai akhir bulan, di luar bagian tak tertagih, adalah piutang yang masih diharapkan masuk bulan-bulan berikutnya.
Contoh sebuah grosir pakaian di Bandung dengan pola 20/60/18 dan tak tertagih 2 persen:
| Bulan | Penjualan kredit | Penerimaan bulan Maret |
|---|---|---|
| Januari | Rp100.000.000 | × 18% = Rp18.000.000 |
| Februari | Rp120.000.000 | × 60% = Rp72.000.000 |
| Maret | Rp150.000.000 | × 20% = Rp30.000.000 |
| Jumlah | Rp120.000.000 |