Lompat ke konten utama
←

Piutang, Utang, dan Penagihan

Pelajaran 13 dari 15

Kas dari piutang dan utang

Jadwal penerimaan dan pembayaran kas dari pola

Setelah pelajaran ini kamu bisa menyusun jadwal penerimaan kas dari penjualan kredit dengan pola penagihan dan jadwal pembayaran pembelian kredit, tanpa memasukkan bagian yang ditaksir tak tertagih.

  • ±17 menit
  • 3 latihan
  • Diperiksa 28 Okt 2026

Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya

Materi

Penjualan bulan ini tidak sama dengan kas yang masuk bulan ini. Principles of Managerial Accounting (§7.3) menyusun jadwal penerimaan kas dari anggaran penjualan memakai pola: berapa persen tertagih di bulan penjualan, sebulan sesudahnya, dua bulan sesudahnya, dan seterusnya. Bagian yang ditaksir tak tertagih tidak dimasukkan, karena kasnya memang tidak diharapkan. Jadwal pembayaran disusun dengan cara yang sama dari pembelian dan pola pembayaran ke pemasok. Principles of Finance (§19.6) menambahkan bahwa syarat kredit seperti n/30 ikut menentukan pola itu.

Penerimaan bulan tertentu = penjualan bulan itu × persen bulan yang sama + penjualan bulan lalu × persen bulan kedua + penjualan dua bulan lalu × persen bulan ketiga. Pola diambil dari riwayat penagihan perusahaan sendiri, jadi di kelas ini selalu diberikan di soal dan disimpan di sel yang dikunci. Bagian penjualan yang belum masuk jadwal sampai akhir bulan, di luar bagian tak tertagih, adalah piutang yang masih diharapkan masuk bulan-bulan berikutnya.

Contoh sebuah grosir pakaian di Bandung dengan pola 20/60/18 dan tak tertagih 2 persen:

BulanPenjualan kreditPenerimaan bulan Maret
JanuariRp100.000.000× 18% = Rp18.000.000
FebruariRp120.000.000× 60% = Rp72.000.000
MaretRp150.000.000× 20% = Rp30.000.000
JumlahRp120.000.000

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 3 dari 3

Dengan pola yang sama (25 persen bulan penjualan, 55 persen bulan berikutnya, 18 persen dua bulan sesudahnya, 2 persen tak tertagih), penjualan November Rp95.000.000 dan Desember Rp104.000.000. Berapa rupiah piutang dari kedua bulan itu yang masih diharapkan tertagih sesudah 31 Desember?

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Lanjutkan ke