Materi
Piutang usaha lahir saat barang dikirim lebih dulu dan pembayarannya ditunda. Principles of Finance (§19.4) menyebut pengelolaan piutang dimulai sebelum penjualan terjadi, dengan empat pertanyaan: apakah pelanggan disetujui membeli secara kredit, berapa lama ia boleh menunda pembayaran, adakah potongan untuk pembayaran cepat, dan berapa batas kreditnya. Jawaban keempatnya, ditambah prosedur menagih rekening yang menunggak, membentuk kebijakan kredit. Kelayakan pelanggan dinilai dari laporan keuangan dan rasionya, laporan kredit, serta riwayat pembayarannya kepada perusahaan sendiri.
Batas kredit adalah saldo piutang terbuka tertinggi yang boleh dimiliki satu pelanggan; §19.2 menyamakannya dengan batas pada kartu kredit. Yang dibandingkan dengan batas adalah semua faktur yang belum lunas, yang sudah maupun yang belum jatuh tempo, ditambah pesanan yang akan dikirim. Sisa batas = batas kredit − saldo terbuka. Banyak kebijakan juga menahan kiriman bila pelanggan punya tunggakan lebih dari sejumlah hari. Batas hari itu kebijakan perusahaan, jadi di kelas ini selalu ditulis di soal.
Contoh di sebuah toko bangunan di Medan dengan batas tunggakan 30 hari:
| Pelanggan | Batas | Saldo terbuka | Pesanan | Tunggakan terlama | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| Kontraktor A | Rp40.000.000 | Rp31.500.000 | Rp6.000.000 | 12 hari | Kirim: 37.500.000 tidak melebihi 40.000.000 |
| Kontraktor B | Rp25.000.000 | Rp9.000.000 | Rp4.000.000 | 45 hari | Tahan: tunggakan lebih dari 30 hari |