Materi
Sejak kantor menyetujui satu asisten AI, Dewi (karangan) menjadi tempat bertanya rekan-rekannya di PT Cahaya Niaga. Dalam sepekan ia menerima sepuluh permintaan. Setiap permintaan dipilah dengan kebijakan contoh dari dua pelajaran sebelumnya: tentukan golongan datanya, tentukan layanan yang boleh dipakai, dan bila satu dokumen memuat beberapa golongan, pakai golongan paling ketat.
| No. | Permintaan |
|---|---|
| 1 | Pemasaran: merapikan bahasa siaran pers peluncuran produk yang sudah tayang di situs resmi perusahaan. |
| 2 | Bagian umum: meringkas notula rapat rutin tentang jadwal piket dan pemakaian ruang rapat. |
| 3 | Pembelian: menyusun tabel perbandingan tiga penawaran vendor dalam tender yang masih berjalan. |
| 4 | Penjualan: menulis ulang dengan bahasa sederhana isi brosur produk yang sudah dibagikan di pameran. |
| 5 | Keuangan: memeriksa daftar gaji karyawan lengkap dengan nama dan nomor rekening. |
| 6 | SDM: merapikan draf pengumuman pelatihan K3 yang memuat dua catatan tentang karyawan tertentu. |
| 7 | Resepsionis: menerjemahkan jam layanan dan alamat kantor yang tercantum di situs resmi ke bahasa Inggris. |
| 8 | Hukum: memeriksa ejaan perjanjian kerahasiaan dengan calon mitra. |
| 9 | Keuangan: membuat panduan masuk ke email bersama dengan menempelkan kata sandinya supaya panduannya lengkap. |
| 10 | Layanan pelanggan: merangkum hasil survei kepuasan yang sudah digabung tanpa nama dan belum diumumkan. |
Matriks kebijakan contoh: Publik boleh ke layanan AI publik maupun layanan yang disetujui kantor; Internal dan Rahasia hanya ke layanan yang disetujui; Pribadi tidak masuk layanan AI mana pun tanpa izin tertulis, kecuali data pribadinya dihapus lebih dulu dan sisanya digolongkan ulang; kata sandi, PIN, dan token tidak pernah dimasukkan. Pedoman Clemson dan Wesleyan yang menjadi dasar matriks ini sama-sama menaruh keputusan pada golongan data dan jenis layanan, bukan pada siapa yang meminta atau seberapa mendesak tugasnya.