Laporan laba rugi menjawab satu pertanyaan: selama satu periode, berapa nilai pekerjaan yang dijual dan berapa yang dikorbankan untuk menghasilkannya. Isinya hanya dua kelompok akun, pendapatan dan beban, diambil apa adanya dari neraca saldo disesuaikan.
Susunannya tetap: pendapatan lebih dulu, seluruh beban di bawahnya, lalu selisihnya. Selisih positif disebut laba bersih, selisih negatif disebut rugi bersih. Bengkel Rapi Jaya memperoleh pendapatan jasa Rp17.600.000 dengan beban seluruhnya Rp10.820.000, sehingga laba bersihnya Rp6.780.000.
Tiga akun sengaja tidak masuk. Prive bukan beban melainkan pengambilan pemilik, dan tempatnya di laporan perubahan ekuitas. Utang dan harta tidak masuk karena keduanya menggambarkan posisi pada satu tanggal, bukan kejadian selama periode. Beban penyusutan tetap masuk meski tidak ada kas yang keluar bulan itu — yang diukur pengorbanan, bukan aliran uang.
Di lembar kerja, kedua kelompok dijumlahkan dengan SUMIF dan labanya adalah selisihnya:
=SUMIF($B$2:$B$7,E2,$C$2:$C$7)
=F2-F3
=MAX(C3:C7)