Neraca menunjukkan posisi usaha pada satu tanggal, bukan sepanjang periode. Isinya tiga kelompok yang tersisa sesudah pendapatan dan beban dipakai laporan laba rugi: harta, utang, dan modal akhir yang diambil dari laporan perubahan ekuitas.
Akumulasi penyusutan masuk di sisi harta sebagai pengurang, bukan di sisi utang. Peralatan berharga perolehan Rp18.000.000 dengan akumulasi penyusutan Rp270.000 tampil sebagai nilai buku Rp17.730.000, dan kedua angka asalnya tetap terbaca. Susunan itu yang memisahkan berapa harga peralatan dibeli dari berapa bagian nilainya yang sudah terpakai.
Neraca bengkel Rapi Jaya berjumlah Rp40.780.000 di sisi harta, dan di sisi kanan utang Rp6.000.000 ditambah modal Rp34.780.000 menghasilkan angka yang sama. Kesamaan itu menutup siklusnya: angka yang lahir di jurnal pada hari pertama sampai di neraca tanpa ada yang menguap di jalan.
Di lembar kerja, tiap kelompok dijumlahkan dari kolom kelompok, dan baris terakhir membuktikan selisih kedua sisinya nol:
=SUMIF($B$2:$B$10,"Harta",$C$2:$C$10)
=F2-F3
=F4-F7