Selisih kedua kolom neraca saldo bukan sekadar tanda ada yang salah — besarnya sendiri menunjuk jenis kesalahannya. Dua pembagian sederhana menyempitkan pencarian dari ratusan baris menjadi beberapa angka saja.
Bagi selisihnya dengan dua. Satu angka yang tercatat di sisi yang salah menggeser kedua kolom sekaligus: kolom yang seharusnya menerimanya kehilangan nilai itu, kolom seberangnya bertambah sebanyak itu juga. Selisihnya menjadi dua kali nilai angka tersebut, sehingga separuh selisih adalah angka yang perlu dicari — di kolom yang jumlahnya lebih besar.
Bagi selisihnya dengan sembilan. Angka yang digitnya tertukar urutan, misalnya Rp3.500.000 diketik Rp5.300.000, selalu menghasilkan selisih yang habis dibagi sembilan. Selisih yang tidak habis dibagi sembilan menyingkirkan dugaan itu, dan selisih yang habis dibagi sembilan membuatnya layak diperiksa lebih dulu.
Di lembar kerja, keduanya ditulis sebagai tiga sel: selisihnya, separuhnya, dan uji habis dibagi sembilan memakai ROUND.
=ABS(B3-B2)
=B5/2
=IF(B5/9=ROUND(B5/9,0),"Ya","Tidak")