Laporan perubahan ekuitas menjelaskan bagaimana hak pemilik bergerak dari awal periode ke akhir periode. Bentuknya satu kolom yang dibaca dari atas ke bawah: modal awal, ditambah setoran pemilik, ditambah laba bersih, dikurangi prive, menghasilkan modal akhir.
Urutan laporan bukan kebetulan. Laba bersih di baris ketiga diambil dari laporan laba rugi, dan modal akhir di baris terakhir dipakai neraca. Karena itu laporan perubahan ekuitas disusun sesudah laporan laba rugi dan sebelum neraca.
Dua penambah modal berbeda asalnya dan pantas dibedakan. Setoran pemilik datang dari luar usaha, sedangkan laba bersih dihasilkan usaha itu sendiri. Bengkel Rapi Jaya memulai Maret dari nol, menerima setoran Rp30.000.000, memperoleh laba Rp6.780.000, dan pemiliknya mengambil Rp2.000.000, sehingga modal akhirnya Rp34.780.000. Dari jumlah itu, Rp4.780.000 tumbuh dari usaha itu sendiri.
Di lembar kerja, seluruh laporannya satu rumus penjumlahan dan pengurangan, ditambah satu penanda arah:
=B2+B3+B4-B5
=B4-B5
=IF(B4>B5,"Modal bertambah dari usaha","Modal berkurang dari usaha")