Materi
Subkompetensi TKA ini meminta peserta menjelaskan ketepatan afiks, konstruksi frasa, klausa, dan kalimat di dalam teks. Kelas Bahasa Indonesia Baku sudah melatih ejaan kata berimbuhan dan lima ciri kalimat efektif; di sini yang dilatih adalah makna yang dibawa imbuhan dan susunan klausa.
Buku Bentuk dan Pilihan Kata (Badan Bahasa, 2019) menjelaskan pertalian bentuk: imbuhan peng-…-an bertalian dengan meng-, sedangkan per-…-an bertalian dengan ber-. Pengembangan berarti proses mengembangkan, perkembangan berarti hal berkembang. Pemukiman berarti proses memukimkan, sedangkan permukiman berarti tempat bermukim; KBBI mencatat makna yang sama. Peninju adalah orang yang meninju, petinju orang yang profesinya bertinju. Buku Kalimat (Badan Bahasa, 2019) menambahkan pasangan -kan dan -i: dosen diberi anggaran, bukan diberikan anggaran, karena bentuk diberikan menjadikan subjeknya barang yang berpindah.
Buku yang sama membedakan frasa dari klausa. Frasa tidak melampaui satu fungsi kalimat, sedangkan klausa sekurang-kurangnya memiliki subjek dan predikat. Deret petugas yang melihat antrean panjang itu baru frasa; kalimatnya lengkap bila diberi predikat. Kalimat yang diawali verba tanpa penghubung, seperti Melihat antrean panjang, petugas membuka loket, disebut kalimat partisipial dan tidak diakomodasi tata bahasa baku. Perbaikannya: munculkan konjungsi, misalnya Ketika melihat antrean panjang, petugas membuka loket.