Materi
Buku Bahasa Indonesia Kelas X (Kemendikbud, 2017) menggolongkan nilai kehidupan dalam karya sastra menjadi nilai religius, moral, budaya, sosial, edukasi, dan estetika, lalu menunjukkan setiap nilai dengan kutipan. Nilai religius tampak pada doa dan pasrah kepada Tuhan, nilai sosial pada pertolongan kepada orang yang kesulitan, nilai budaya pada adat seperti sayembara, dan nilai edukasi pada kewajiban belajar sejak kecil. Membandingkan nilai berarti menentukan nilai setiap teks dari kutipannya, lalu menyatakan mana yang sama dan mana yang berbeda.
Contoh perbandingan ada pada kajian Ali Imron Al-Ma'ruf (Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2005) atas “Padamu Jua” karya Amir Hamzah dan “Doa” karya Chairil Anwar. Kedua sajak dibaca sebagai sajak religius yang mengungkapkan kerinduan kepada Tuhan, tetapi dengan penghayatan berbeda: Amir Hamzah melukiskan Tuhan sebagai kandil kemerlap, Chairil Anwar sebagai kedip lilin di kelam sunyi.
KBBI mengartikan norma sebagai aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat. Menilai tindakan tokoh berarti mengukurnya dengan norma yang dinyatakan atau ditunjukkan teks: adat di desa cerita, pesan orang tua, atau aturan yang disebut tokoh. Penilaian dari selera pembaca atau dari aturan di luar teks tidak dapat dibuktikan dari bacaan.