Lompat ke konten utama
←

Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut

Pelajaran 10 dari 16

Prosa, drama, dan sastra Melayu klasik

Nilai dalam karya sastra dan menilai tindakan tokoh

Setelah pelajaran ini kamu bisa membandingkan nilai dua kutipan sastra dan menilai tindakan tokoh menurut norma yang dinyatakan teks.

±13 menitDiperiksa 23 Okt 2026

Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya

Materi

Buku Bahasa Indonesia Kelas X (Kemendikbud, 2017) menggolongkan nilai kehidupan dalam karya sastra menjadi nilai religius, moral, budaya, sosial, edukasi, dan estetika, lalu menunjukkan setiap nilai dengan kutipan. Nilai religius tampak pada doa dan pasrah kepada Tuhan, nilai sosial pada pertolongan kepada orang yang kesulitan, nilai budaya pada adat seperti sayembara, dan nilai edukasi pada kewajiban belajar sejak kecil. Membandingkan nilai berarti menentukan nilai setiap teks dari kutipannya, lalu menyatakan mana yang sama dan mana yang berbeda.

Contoh perbandingan ada pada kajian Ali Imron Al-Ma'ruf (Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2005) atas “Padamu Jua” karya Amir Hamzah dan “Doa” karya Chairil Anwar. Kedua sajak dibaca sebagai sajak religius yang mengungkapkan kerinduan kepada Tuhan, tetapi dengan penghayatan berbeda: Amir Hamzah melukiskan Tuhan sebagai kandil kemerlap, Chairil Anwar sebagai kedip lilin di kelam sunyi.

KBBI mengartikan norma sebagai aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat. Menilai tindakan tokoh berarti mengukurnya dengan norma yang dinyatakan atau ditunjukkan teks: adat di desa cerita, pesan orang tua, atau aturan yang disebut tokoh. Penilaian dari selera pembaca atau dari aturan di luar teks tidak dapat dibuktikan dari bacaan.

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Kutipan dua sajak di bawah ini diambil dari kajian Al-Ma'ruf (2005). Persamaan sikap aku lirik yang menunjukkan nilai religius kedua kutipan adalah …

Doa — Chairil Anwar (bait 1–2)
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh

Padamu Jua — Amir Hamzah (bait 1)
Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu
Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

Cerpen (karangan): “Di Desa Lembah Hijau, adat melarang siapa pun menebang pohon di sekitar mata air tanpa musyawarah warga. Suatu pagi Pak Kades menyuruh dua pekerja menebang dua pohon beringin di dekat mata air untuk lahan parkir balai desa. Warga baru tahu setelah batang-batangnya roboh.” Penilaian atas tindakan Pak Kades berdasarkan norma dalam cerita adalah …

Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Penggalan Hikayat Bayan Budiman (anonim), dikutip dari buku Bahasa Indonesia Kelas X (Kemendikbud, 2017): “Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam daripada senjata. Hatta beberapa lama ditinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu. Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah Swt.” Berdasarkan norma yang disebut dalam penggalan itu, rencana Bibi Zainab menemui anak raja dinilai …

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke

Tampilkan 1 lagi