Lompat ke konten utama
←

Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut

Pelajaran 16 dari 16

Puisi: kiasan, citraan, suasana, dan alih wahana

Misi: membaca “Derai-Derai Cemara”

Setelah pelajaran ini kamu bisa membedah satu puisi utuh: makna kiasan, citraan, suasana, dan alih wahananya ke prosa.

±16 menitDiperiksa 23 Okt 2026

Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya

Materi

“Derai-Derai Cemara” termasuk sajak yang ditulis Chairil Anwar pada 1949, tahun ia wafat (Ensiklopedia Sastra Indonesia, Badan Bahasa). Teks di bawah dikutip dari jurnal Kandai (2013). Jurnal itu mencatat setiap baitnya terdiri atas empat larik dengan rima a-b-a-b. Bacalah seluruhnya, lalu jawab empat pertanyaan.

Derai-Derai Cemara
Chairil Anwar

Cemara menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada beberapa dahan di tingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
Sudah berapa waktu bukan kanak lagi
Tapi dulu memang ada suatu bahan
Yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah
Dan tahu, ada yang tetap tidak diucapkan
Sebelum pada akhirnya kita menyerah

Latihan

0/4 lulus

Misi akhir modul: luluskan minimal 4 dari 4 tugas. Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 4

Makna kiasan larik “Ada beberapa dahan di tingkap merapuh” yang paling didukung larik-larik lain dalam sajak itu adalah …

Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 4

Larik “Cemara menderai sampai jauh” terutama membangun citraan …

Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 4

Suasana yang ditimbulkan bait ketiga adalah …

Pilih satu jawaban

Latihan 4 dari 4

Prosa mana yang setia pada bait kedua?

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke

Tampilkan 1 lagi