Materi
Bacalah cerpen karangan berikut, lalu jawab empat pertanyaan.
Tiket Kapal Terakhir
Bagian 1: Aku berdiri di loket Pelabuhan Murhum, Baubau, ketika petugas berkata tiket kapal terakhir ke Wangi-Wangi tinggal satu. Hujan sore itu turun miring, membuat lantai ruang tunggu licin, dan bau garam bercampur solar. Di belakangku, seorang ibu menggendong bayi yang demam. Matanya merah; sudah dua kali ia bertanya kapan kapal berangkat.
Bagian 2: Aku teringat malam sebelum aku pertama kali merantau. Nenek menggenggam tanganku di beranda dan berkata, “Di kampung kita, orang yang lebih susah didahulukan, siapa pun dia.” Kalimat itu juga tertulis di papan balai desa, di samping jadwal ronda.
Bagian 3: Aku menyerahkan tiket itu kepada ibu di belakangku. Ia menolak dua kali sebelum akhirnya menerimanya sambil menangis. Malam itu aku tidur di bangku ruang tunggu, menunggu kapal pagi.