Lompat ke konten utama
←

Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut

Pelajaran 11 dari 16

Prosa, drama, dan sastra Melayu klasik

Sastra Melayu klasik: hikayat dan gurindam

Setelah pelajaran ini kamu bisa mengungkapkan kembali isi hikayat dan gurindam dengan bahasa sekarang tanpa mengubah maknanya.

±13 menitDiperiksa 23 Okt 2026

Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya

Materi

KBBI mengartikan hikayat sebagai karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah yang bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungannya. Buku Bahasa Indonesia Kelas X (Kemendikbud, 2017) menyebut ciri hikayat: kemustahilan, kesaktian tokoh, anonim, istana sentris, dan alur berbingkai, serta kata arkais, yaitu kata yang sudah jarang dipakai. Hatta, misalnya, dalam KBBI berarti lalu, sudah itu lalu, atau maka.

Puisi Melayu klasik punya bentuk yang terikat. KBBI mengartikan gurindam sebagai sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat; syair sebagai puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empat larik berakhiran bunyi sama; dan pantun sebagai puisi empat baris bersajak a-b-a-b yang dua baris pertamanya sampiran dan dua baris terakhirnya isi. Pada Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji, baris pertama memuat syarat (jika hendak mengenal …) dan baris kedua memuat jawabannya.

Mengungkapkan kembali isi berarti membuat parafrasa: menuturkan ulang dengan bahasa sekarang tanpa mengubah pengertian. Pertahankan pelaku, urutan peristiwa, dan hubungan syarat dengan jawaban; terjemahkan kata arkais; jangan menambah peristiwa.

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Bait Gurindam Dua Belas Pasal V karya Raja Ali Haji di bawah ini dikutip dari Zaitun (Jurnal Kiprah, 2015). Pengungkapan kembali isinya yang tepat adalah …

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu,
Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

Penggalan Hikayat Indera Bangsawan (anonim), dikutip dari buku Bahasa Indonesia Kelas X (Kemendikbud, 2017): “Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Siti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang.” Pengungkapan kembali isi penggalan itu yang tepat adalah …

Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Dalam kalimat hikayat “Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Siti Kendi pun hamillah”, kata arkais hatta paling dekat maknanya dengan …

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke

Tampilkan 1 lagi