Materi
KBBI mengartikan hikayat sebagai karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah yang bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungannya. Buku Bahasa Indonesia Kelas X (Kemendikbud, 2017) menyebut ciri hikayat: kemustahilan, kesaktian tokoh, anonim, istana sentris, dan alur berbingkai, serta kata arkais, yaitu kata yang sudah jarang dipakai. Hatta, misalnya, dalam KBBI berarti lalu, sudah itu lalu, atau maka.
Puisi Melayu klasik punya bentuk yang terikat. KBBI mengartikan gurindam sebagai sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat; syair sebagai puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empat larik berakhiran bunyi sama; dan pantun sebagai puisi empat baris bersajak a-b-a-b yang dua baris pertamanya sampiran dan dua baris terakhirnya isi. Pada Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji, baris pertama memuat syarat (jika hendak mengenal …) dan baris kedua memuat jawabannya.
Mengungkapkan kembali isi berarti membuat parafrasa: menuturkan ulang dengan bahasa sekarang tanpa mengubah pengertian. Pertahankan pelaku, urutan peristiwa, dan hubungan syarat dengan jawaban; terjemahkan kata arkais; jangan menambah peristiwa.