Materi
Kerangka TKA meminta dua penilaian yang berkaitan: menilai gagasan dalam teks berdasarkan kaidah logika berpikir, dan menilai ketepatan serta kesesuaian isi antarteks digital atau cetak. KBBI mengartikan argumen sebagai alasan untuk memperkuat atau menolak pendapat. Dalam soal semacam ini, argumen logis adalah argumen yang alasannya ada di teks dan cakupan simpulannya tidak melebihi alasan itu.
Purdue OWL menamai dua pola yang paling sering membuat argumen tidak logis. Generalisasi tergesa menarik simpulan dari bukti yang tidak cukup; di teks ia tampak sebagai kata pasti, semua, atau selalu yang ditempelkan pada data sebagian. Post hoc menganggap peristiwa A menyebabkan B hanya karena A terjadi lebih dulu. Daftar sesat pikir yang lebih lengkap dibahas di kelas Berpikir Kritis.
Kerangka membaca PISA 2018 (OECD) menyebut pembaca masa kini harus membaca lintas teks untuk menguatkan informasi serta mendeteksi ketidaksesuaian. Bila teks kedua mengutip atau meringkas teks pertama, bandingkan empat hal: siapa yang menyatakan, besaran angka, kadar kepastian, dan jenis pernyataan, misalnya keadaan yang berubah menjadi tindakan. KBBI mensyaratkan parafrasa tidak mengubah pengertian; ringkasan yang mengubah salah satu dari keempatnya tidak sesuai, meskipun memakai kata yang sama.