Lompat ke konten utama
←

Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut

Pelajaran 13 dari 16

Puisi: kiasan, citraan, suasana, dan alih wahana

Kiasan dan citraan dalam puisi

Setelah pelajaran ini kamu bisa menamai majas dan citraan sebuah larik puisi serta menjelaskan makna kiasannya.

±13 menitDiperiksa 23 Okt 2026

Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya

Materi

KBBI mengartikan majas sebagai cara melukiskan sesuatu dengan menyamakannya dengan sesuatu yang lain, atau kiasan. Simile membandingkan dua hal yang berbeda secara eksplisit dengan kata seperti, bagai, atau laksana. Metafora memakai kata bukan dengan arti sebenarnya, melainkan sebagai lukisan berdasarkan persamaan, seperti tulang punggung negara. Personifikasi mengumpamakan benda mati sebagai manusia. Metonimia memakai nama ciri sebagai pengganti benda, seperti menelaah Chairil Anwar untuk karyanya. Hiperbol adalah ungkapan yang dibesar-besarkan untuk efek tertentu.

KBBI mengartikan citraan sebagai cara membentuk citra mental atau gambaran sesuatu. Nurweni Saptawuryandari dari Badan Bahasa, dalam jurnal Kandai (2013), menggolongkan citraan menjadi citraan penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, rabaan, gerak, dan pikiran, lalu menganalisis puisi Chairil Anwar (1922–1949) dengan golongan itu. Di sana jendela yang menyerahkan kamar dalam “Pada Sebuah Kamar” dibaca sebagai citraan gerak.

Menjelaskan ketepatan kiasan berarti menyebut apa yang diperjelas kiasan itu dalam konteks larik di sekitarnya, bukan arti harfiahnya. Kata pembanding bak dalam “Bak kembang sari sudah terbagi” menandai simile, dan larik sebelumnya, “Kutahu kau bukan yang dulu lagi”, menunjukkan apa yang dibandingkan.

Kutipan “Penerimaan” — Chairil Anwar

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Bait pertama “Pada Sebuah Kamar” karya Chairil Anwar di bawah ini dikutip dari jurnal Kandai (2013). Larik “Bulan yang menyinar ke dalam / Mau lebih banyak tahu” memakai majas …

Sebuah jendela menyerahkan kamar ini
Pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam
Mau lebih banyak tahu
“Sudah lima anak bernyawa di sini
Aku salah satu!”
Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

Bait pertama “Senja di Pelabuhan Kecil” karya Chairil Anwar di bawah ini dikutip dari jurnal Parole (IKIP Siliwangi, 2020). Citraan yang paling menonjol dalam bait itu adalah citraan …

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Dalam kutipan “Penerimaan” di bagian teori, kiasan “bak kembang sari sudah terbagi” memperjelas keadaan “kau” sebagai …

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke

Tampilkan 1 lagi