Materi
Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi. Neuron aferen membawa impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, interneuron di sistem saraf pusat menghubungkan, dan neuron eferen membawa impuls ke efektor, yaitu otot atau kelenjar (Biologi Kelas XI hlm. 177–179). Dalam neuron, dendrit menerima impuls dan meneruskannya ke badan sel, lalu akson membawanya menjauhi badan sel.
Di ujung akson, impuls merangsang vesikel melepaskan neurotransmiter ke celah sinaps. Zat itu berdifusi dan terikat pada reseptor di membran sel berikutnya (hlm. 181), lalu disingkirkan dengan berdifusi menjauh, diuraikan enzim, atau diserap kembali agar sinaps siap menerima sinyal baru (OpenStax Biology 2e Bagian 35.2). Gerak refleks melewati lengkung refleks dari reseptor, neuron sensorik, sumsum tulang belakang, dan neuron motorik ke otot; responsnya otomatis dan tidak selalu melibatkan otak (Kelas XI hlm. 183).
Hormon dilepas kelenjar endokrin ke darah dan bekerja pada sel target. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang mengatur laju metabolisme; kekurangannya menurunkan laju metabolisme sehingga berat badan naik dan tubuh peka dingin (Biology 2e Bagian 37.3). Pankreas melepas insulin dan glukagon untuk mengatur glukosa darah, dan medula adrenal melepas epinefrin saat menghadapi tekanan (Concepts of Biology Bagian 16.4).